Kendaraan berhati-hati saat melintas di jalan Kusumayudha tepatnya di sebelah barat RSJP Bali. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Gorong-gorong yang ada di jalan Kusumayudha tepatnya di sebelah barat RSJP Bali jebol. Kondisi itu membuat pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintasi jalan itu.

Pantauan Senin (19/4), jebolnya gorong-gorong memunculkan lubang menganga berada persis di tengah-tengah jalan. Kondisi itu menyebabkan kendaraan yang datang dari arah berlawanan tidak bisa melintas secara bersamaan.

Agar bisa lewat, kendaraan roda empat yang datang dari arah timur harus mengambil jalur kanan. Di saat yang sama kendaraan yang datang dari arah barat harus berhenti menunggu giliran untuk bisa melintas. Untuk menghindari adanya kendaraan yang terperosok di lubang gorong-gorong, telah dipasang papan bertuliskan hati-hati. Disekitarnya juga diberi penanda berupa sebuah rambu lalu lintas berbentuk kerucut.

Baca juga:  Puluhan Pedagang Terkonfirmasi Positif COVID-19, Ini Efeknya ke Pasar Kidul

Menurut Puspawati warga setempat, gorong-gorong di jalan itu jebol sejak Minggu (18/4) sore. Pemicu jebolnya gorong-gorong itu karena hujan deras yang menyebabkan air meluap. Sebelum akhirnya jebol, gorong-gorong itu sudah lama mengalami retak. Pihak yang berwenang sempat melakukan perbaikan dengan cara ditumpuk plat lalu diaspal. “Terakhir dipasangi plat belum ada seminggu,” ungkapnya, Senin (19/4).

Pedagang yang berjualan di depan lokasi itu, berharap jalan tersebut segera diperbaiki kembali. Sebab ada banyak kendaraan yang melintas setiap harinya. Tidak hanya roda dua dan mobil, namun kendaraan truk besar pengangkut air.

Baca juga:  HardysPeduli, Resik Sampah Plastik di Pura Candi Narmada

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli Wayan Suastika mengaku pihaknya sudah melaporkan kondisi kerusakan itu ke Dinas PU Provinsi Bali. Sebab kewenangan untuk perbaikannya ada di Dinas PU Provinsi Bali. “Sudah siap akan ditangani,” ungkapnya.

Dikatakan Suastika, sebelum akhirnya jebol gorong-gorong itu sudah lama menunjukan tanda-tanda kerusakan. Pihaknya sudah melaporkan hal itu dan sudah sempat diperbaiki. Namun karena aliran air di bawahnya terlalu besar, akhirnya gorong-gorong jadi ambles. “Karena itu kewenangan perbaikannya ada di provinsi, kami hanya bisa koordinasi saja,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *