Infografis terkait Siklon Tropis Seroja. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Warga diminta waspada dalam beberapa hari ke depan. Sebab, dampak siklon tropis Seroja yang bergerak menjauhi Indonesia mengakibatkan munculnya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang yang “menghantui” Bali dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, Kamis (8/4), cuaca ekstrem ini melanda sejumlah wilayah di Bali. Salah satunya Puting Beliung yang terjadi di wilayah Kabupaten Klungkung, Rabu (7/4) malam.

Ia menyebutkan bencana ini ditimbulkan karena wilayah Bali secara tidak langsung masih terdampak Siklon Tropis Seroja yang saat ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Dijelaskannya, puting beliung yang melanda Klungkung terjadi karena terbentuknya awan Cumulonimbus di area timur Bali yang disebabkan terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah Bali – NTB.

Baca juga:  Ini Lokasi Rapid Test Massal di Bangli, 8 Diantaranya Reaktif

Pertemuan dan belokan angin ini, lanjutnya, meningkatkan potensi pembentukan awan-awan konvektif penyebab cuaca ekstrem, seperti hujan sedang/lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah di Bali. “Sejatinya Siklon Tropis Seroja tidak melanda Bali. Sebab, Siklon Tropis Seroja ini berada di Samudera Hindia Selatan Bali dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. Namun, pergerakkannya menimbulkan dampak tidak langsung ke wilayah Bali – NTB, yaitu terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di sekitar Bali – NTB,” sebutnya.

Baca juga:  Persentase Kesembuhan Tertinggi Nasional dan Internasional, Gubernur Koster Apresiasi dan Beri Insentif Tenaga Medis

Ia pun meminta agar masyarakat memahami bahwa saat ini Siklon Tropis Seroja berada di Samudera Hindia selatan Bali dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia. “Artinya siklon ini tidak bergerak ke arah Bali. Namun karena pergerakannya tersebut, menimbulkan dampak tidak langsung ke wilayah Bali – NTB, yaitu terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di sekitar Bali – NTB,” tegas Diana.

Oleh karena itu, BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem akibat dampak Siklon Tropis Seroja ini. Seperti, banjir, angin kencang, puting beliung maupun kilat/petir. Apalagi, Bali masih berpotensi dilanda hujan lebat. Sehingga, potensi bencana hidrometeorologi tetap diwaspadai. Terutama untuk wilayah Bali bagian timur, utara, barat dan tengah.

Baca juga:  Angka Kesembuhan COVID-19 Bali Sudah Capai 91 Persen, Ini 3 Besar Penyumbang Pasien Sembuh Harian Terbanyak

“Dampak tidak langsung Siklon Tropis Seroja ini masih kita pantau terus perkembangannya hingga beberapa hari ke depan, apabila masih ada daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem maka peringatan dini cuaca akan kami update terus, baik melalui website dan akun medsos kami,” pungkasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.