Warga menjalani screening sebelum vaksinasi di Ubud. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sempat menyatakan vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca tak berpengaruh oleh embargo India, Gianyar kini harus memperpanjang interval pemberian vaksinasi dosis 2. Pasalnya, penghentian sementara pengiriman vaksin AstraZeneca dari India mempengaruhi pasokan Indonesia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, AA. Anom Sukamawa, Selasa (6/4) mengatakan sesuai arahan pusat, Diskes Gianyar memperpanjang interval waktu vaksinasi dosis II, termasuk di kawasan zona hijau Ubud.

Baca juga:  Pembangunan Villa dan Pondok Wisata Menjamur, Perlu Sinkronisasi Perizinan

Ia mengaku kondisi ini sudah disampaikan lewat zoom meeting sesuai arahan pusat bersama Diskes Provinsi Bali. “Sudah ada perpanjangan internal waktu pemberian vaksin kedua,” ucapnya.

Interval waktu yang sebelumnya 8 minggu atau 2 bulan kini menjadi hingga 12 minggu.

Sukamawa meyakini vaksinasi di Kawasan green zone tahap pertama sudah mencapai target. “Dengan program percepatan vaksinasi, Juni diharapkan sudah selesai dilakukan vaksinasi dosis 2 di kawasan green zone,” tegasnya.

Baca juga:  Bertambah Puluhan Ekor, Babi Mati Mendadak di Tabanan

Ia berharap jika sudah ada dropping vaksin, yang menjadi prioritas adalah guru dan lansia.. “Karena masih ada beberapa guru yang belum divaksin, cakupan vaksinasi pada lansia masih sangat rendah yaitu baru 6 persen,” jelas Sukamawa. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN