Atlet panjat tebing yang turun di nomor lead, pada Mini Kompetisi Road to PON XX di Lapangan Alit Saputra Tabanan, Senin (5/4). (BP/Nel)

TABANAN, BALIPOST.com – Atlet panjat tebing tuan rumah Bali Rifaldi Ode Ridjaya harus puas melaju sampai ke babak final, di nomor boulder perorangan, pada event Mini Kompetisi Road to PON XX, di Lapangan Alit Saputra Tabanan, Senin (5/4). Alhasil, Rifaldi harus puas menduduki peringkat keenam.

Sementara, atlet panjat tebing Jatim menunjukkan kedigjayaannya. Atlet Jatim berhasil menyapu bersih seluruh medali boulder perorangan baik putra maupun putri. Medali emas disabet Khoirul Anam, medali perak direbut Fatchur Roji, serta medali perunggu diraih Aan Aviansyah.

Di sektor putri, tim Jatim juga memborong seluruh medali, yang dipersembahkan melalui atletnya Fitria Hartani yang mendulang emas, kemudian Kharisma Ragil Rakasiwi menyumbang perak, serta Amanda Narda Mutia meraih perunggu.

Baca juga:  Persiapkan PTM, Tabanan Didorong Segera Vaksinasi Seluruh Tenaga Pendidik

Pelatih tim panjat tebing PON Bali Suhardi Eka Prasetia, di sela-sela kejuaraan, Senin (5/4) menerangkan, pihaknya mengakui keperkasaan atlet panjat tebing Jatim. Ia memaklumi, sebab selama ini Pelatda Pengprov FPTI Jatim senantiasa berlatih tanpa ada waktu jeda. “Jadi, pasca PON seluruh atlet Jatim tetap getol berlatih. Bahkan, atlet pelapis juga ikut rajin berlatih, sehingga regenerasi mereka cukup mapan,” puji Suhardi.

Ia mengakui, persaingan di ajang ini cukup ketat, sebab atlet yang turun merupakan andalan tiap provinsi dan akan berlaga di PON Papua. Sementara, tahap pelatihan atlet PON Bali masih dalam latihan umum. “Kami akan mengadakan evaluasi pasca Mini Kompetisi ini, guna memperbaiki penampilan anak-anak sebelum berlaga di ajang resmi PON,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemekaran di Papua, Solusi Mengatasi Keinginan Merdeka

Ia menceritakan, awalnya event ini dikemas hanya melibatkan provinsi seperti Bali, Jatim, Jabar, Jateng, NTB dan DKI. Akan tetapi, beberapa provinsi ingin ikut berpartisipasi dan terbukti mereka ambil bagian, misalnya Papua, Aceh, Kaltim, Riau dan Babel. “Kami akui para atlet ini lama berlatih selama masa pandemi covid-19, sehingga mereka ingin terjun di kancah kompetisi,” sebut Suhardi.

Suhardi menerangkan, pada event Mini Kompetisi ini dipertandingkan nomor boulder, lead, speed dan combine perorangan putra dan putri. “Melalui ajang ini anak-anak bisa menambah jam terbang serta pengalaman bertanding meladeni atlet-atlet PON provinsi lain,” beber dia.

Baca juga:  Gubernur Koster: Festival Badminton Mampu Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata

Ia menyebutkan, panitia telah membuat jalur yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Dengan demikian, diharapkan atlet Bali memahami jalur yang biasa diterapkan atlet daerah lain. “Target atlet PON Bali bukan medali pada ajang Mini Kompetisi ini, sebab mereka belum memasuki latihan khusus, termasuk nomor-nomor spesialisnya,” kilahnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *