Petugas TOSS Center saat melakukan pemilahan di atas alat conveyor. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah daerah terus menyempurnakan cara kerja TOSS Center Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Saat ini, TOSS Center sudah dilengkapi dengan alat konveyor, yang mendukung proses pengolahan sampah menjadi lebih cepat.

Bahkan, juga dapat menekan angka residu menjadi lebih kecil. Untuk memastikan cara kerjanya mendukung sistem TOSS, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung I Ketut Suadnyana dan Camat Dawan I Dewa Gede Widiantara, melihat langsung cara kerja alat konveyor ini di TOSS Karangdadi Kusamba, Minggu (4/4).

Baca juga:  Nusa Penida Festival Resmi Ditutup, Harapkan Aura Berlanjut

Suadnyana menyatakan bahwa alat pemindah barang ini, dapat menekan residu 10-20 persen. Lebih baik, dari pada melakukan proses ini secara manual karena menghasilkan residu sekitar 30 persen. “Proses pemilahan sampah menjadi lebih cepat. Dengan alat ini, kami berharap pengolahan sampah juga menjadi lebih cepat,” katanya.

Alat konveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Bupati Suwirta menyampaikan dengan proses pemilahan sampah yang semakin modern, maka campuran sampah anorganik pada sampah organik yang diolah menjadi pupuk kompos menjadi jauh lebih berkurang.

Baca juga:  Kejari Klungkung Terapkan Bayar Tilang Tanpa Tunai

Proses pemilahan sampah ke depan akan semakin jauh lebih cepat. Dengan demikian TOSS Center akan semakin efektif. Alat konveyor ini juga mempermudah kerja petugas di lapangan. “TOSS Center ini harus dapat menjadi tempat utama pengolahan sampah dan menjadi tempat edukasi bagi daerah lain dan masyarakat,” tegas Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta menambahkan, alat ini juga dapat membantu petugas untuk bekerja dengan lebih baik dan fokus. Karena sedikit saja petugas lengah, maka unsur plastik akan ikut masuk ke dalam sampah organik dan ikut terproses disana. Karena selalu bersentuhan langsung dengan sampah, maka petugas selalu menjaga kesehatan serta tetap disiplin dengan prokes pencegahan COVID-19.

Baca juga:  Tuntaskan Masalah Sampah dari Hulu ke Hilir

“Dengan adanya alat seperti ini, pekerja harus terbiasa bekerja dengan serius, fokus dan terstruktur. sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan lebih ringan dibanding dengan cara manual,” katanya. (bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.