Wabup Badung, Ketut Suiasa. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) diwacanakan Kabupaten Badung. Saat ini, Badung sudah masuk zona risiko sedang penyebaran COVID-19 (orange) dari data Satgas Penanganan COVID-19 Nasional per 21 Maret.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Rabu (24/3), sekolah di Kecamatan Petang dijadikan percontohan dalam PTM digelar Mei. Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, membenarkan adanya rencana uji coba PTM pada sekolah di wilayah Kecamatan Petang.

Baca juga:  Vaksinasi Dosis 1 untuk Pelajar di Denpasar Sudah Lampaui 100 Persen, PTM Masih Tunggu Ini

Sebab, jumlah penduduk yang cukup sedikit. “Untuk masalah pendidikan kita akan uji coba dulu di Kecamatan Petang. Mei kita sudah lakukan pengajaran tatap muka,” ungkapnya.

Wabup Suiasa meminta Kadis Kesehatan dan Camat Petang segera menyosialisasikan rencana PTM kepada masyarakat. Pemerintah di Gumi Keris juga akan terus melakukan vaksinasi terhadap warga setiap hari untuk mewujudkan Badung sebagai zona hijau dan mempersiapkan pembukaan pariwisata.

Baca juga:  Upaya Tekan Penyebaran COVID-19, PTM dengan Prokes 3 M Ketat Harus Diimbangi Vaksinasi

“Nanti ada 8 tim vaksinasi tambahan yang ada di Nusa Dua bisa untuk membantu di masyarakat dan 2 hari ke depan sudah siap tim yang sebelumnya memvaksin pelaku pariwisata yang saat ini sudah diambil oleh pihak provinsi,” jelasnya.

Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini juga telah meminta kepada pimpinan rumah sakit dan sekolah kedokteran untuk menyiapkan tim tambahan minimal ada 1 tim medis. “Dari sekolah kedokteran sudah 790 dokter yang siap membantu,” ujar Suiasa.

Baca juga:  Ratusan Seniman Badung Partisipasi di PKB akan Divaksinasi

Ia menambahkan guru-guru juga akan dikumpulkan untuk diberikan vaksin guna meyakinkan orangtua siswa. Sehingga memberikan anaknya sekolah tatap muka namun tetap diingatkan proses belajar mengajar tetap menerapkan dan mengedepankan prokes. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. PTM bukan ajang unt uji coba ataupun percontohan, tapi memang berdasarkan kelaikan atau tidaknya.. jangan sampai setelah ada korban maka kembali ditutup…bila itu terjadi siapa yg bertanggung jawab…
    virus ini sangat munglin bermutasi sebagaimana ditemukan di berbagai negara.. jangan sampai muncul mutasi baru dinegeri kita ini karena kepongahan kita sendiri, karena ingin cepat instant situasi kembali normal

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *