Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana, saat menghadiri upacara Tawur Kesanga di Kompleks Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (13/3). (BP/Istimewa)

YOGYAKARTA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia menyebabkan perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu pada tahun ini dilaksanakan dengan segala kebiasaan baru. Mulai dari pembatasan kerumunan hingga mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Meski begitu, Hari raya Nyepi tahun ini dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk bangkit menata hidup dengan semangat yang baru. ‘Nyepi di masa pandemi ini adalah momentum kita untuk hidup yang baru, hidup yang lebih baik dari sisi kesehatan serta kita yang diminta untuk saling membantu ke sesama yang di saat pandemi ini memerlukan bantuan untuk dikuatkan dalam banyak hal,” ujar Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN Ari Dwipayana, saat menghadiri upacara Tawur Kesanga di Kompleks Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (13/3).

Baca juga:  Situasi Pandemi, Puncak Karya IBTK Besakih Tak Libatkan Banyak Umat

“Di masa pandemi kita diminta saling membantu, saling bersolidaritas, saling mengingatkan satu sama lain dan itu inti dari ajaran Tat Twam Asi. Dengan berpegang pada nilai Tat Twam Asi maka kita akan bisa menghadapi tantangan apapun termasuk pandemi ini,” lanjut Ari, dalam rilisnya.

Menurut Ari, momentum pandemi bisa dijadikan sebagai bahan refleksi diri, di mana sebagai umat beragama dan beriman, semuanya diminta untuk betul-betul menjaga kesehatan, karena tanpa kesehatan maka manusia tidak bisa menjalankan tugas, kewajiban dan swadharma masing-masing dalam kehidupan.

Baca juga:  Data Seluler Dimatikan Saat Nyepi, Layanan RSUP Sanglah Tak Akan Terganggu Kecuali Ini

Ari menilai, meskipun upacara Tawur Kesanga Nyepi tahun ini dilaksanakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu dengan protokol kesehatan san pembatasan jumlah umat yang hadir di Candi Prambanan, namun hal itu tetap harus disyukuri karena ini adalah bagian dari “brata” atau pengendalian diri dari umat Hindu agar pandemi bisa cepat dikendalikan dan bangsa Indonesia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19.

Upacara Tawur Kesanga tahun ini dilaksanakan secara “hybrid” acara di Candi Prambanan dilaksanakan dengan jumlah umat yang terbatas dengan protokol kesehatan ketat dan juga disiarkan secara langsung melalui live streaming.

“Besok kita akan Nyepi, jadi kalau dunia mengenal konsep lockdown, umat Hindu setiap tahunnya saat nyepi itu sudah melakukan Lockdown sehari, terutama di Bali. Semoga Nyepi kita esok hari ini bisa jadi momentum agar bangsa ini segera keluar dari pandemi,” tandas Ari.

Baca juga:  Delapan Partai Sudah Mendukung Jokowi

Adapun Direktur Taman Wisata Candi (TWC) Edy Setijono yang juga hadir dalam upacara Tawur Kesanga mengatakan, masa pandemi melumpuhkan aktivitas keseharian masyarakat. Termasuk upacara Tawur Kesanga yang tahun ini harus dilaksanakan dengan segala keterbatasan dalam rangka mematuhi protokol kesehatan.

“Ini semua kita bisa anggap sebagai ajang intropeksi agar ke depan kita semua bisa lebih bijaksana menanggapi semua tantangan,” tutur Edy. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *