Tim pemantau mengecek harga bahan pangan di pasar tradisional, Rabu (10/3). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim pemantau harga Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) melakukan monitoring harga dan stok bahan pangan di toko modern dan pasar tradisional. Secara umum dari pemantauan ini, harga kebutuhan pangan di Bali Utara masih stabil.

Hanya, harga cabai rawit yang mengalami lonjakan. Harganya berkisar dari Rp 90.000 sampai Rp 100.000 per 1 kilogram.

Kepala Disperindagkop-UKM Dewa Made Sudiarta, Rabu (10/3) mengatakan, dari pemantauan yang telah dilakukan, harga kebutuhan pangan seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, dan beberapa jenis bahan bumbu-bumbuan belum ditemukan lonjakan harga signifikan. Sementara, persedian stok baik di pengepul dan pedagang pengecer juga cukup menjelang hari raya Nyepi sampai 3 bulan ke depan. “Secara umum harga masih stabil dan stok masih mencukupi untuk 3 bulan ke depan,” katanya.

Baca juga:  Antisipasi COVID-19, Sekolah di Buleleng Diliburkan

Sementara itu, khusus untuk cabai rawit merah, Sudiarta menyebut harganya masih tinggi. Dari informasi pedagang di pasar tradisional, harganya bervariasi. Ada pedagang menjual Rp 90.000, sampai yang paling mahal harganya mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Harga cabai yang semakin mahal ini terjadi karena persediaan terbatas. “Penyebabnya hanya stok terbatas, sehingga harga cabai rawit sekarang masih tinggi,” katanya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.