Petugas melakukan pembersihan sampah pascabanjir di kawasan By Pass Ngurah Rai Jimbaran. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sehari pascabanjir kiriman yang terjadi di kawasan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, tumpukan sampah kembali muncul menutupi saluran sungai yang berada di sebelah SLB Jimbaran, Selasa (9/3). Untuk mengantisipasi kembali meluapnya air sungai, Dinas PUPR Badung, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) langsung melakukan penanganan.

Dikonfirmasi terkait penanganan sampah yang menutupi saluran sungai, Kabid SDA dinas PUPR Badung, I Gusti Agung ayu Sriasih ST.M.Si, mengatakan, sampah yang menutupi saluran sungai ini, merupakan sampah kiriman dari kawasan hulu. Untuk membersihkan, pihaknya menurunkan tim OPSDA Badung, tim Bina Marga Badung dan dibantu tim dari Balai Wilayah Sungai (BWS). “Ya, hari ini sampah kembali muncul. Tim sudah melakukan penanganan di lokasi,” katanya.

Baca juga:  Pascabanjir di By Pass Ngurah Rai Jimbaran, Sampah Penuhi Permukaan Sungai

Sementara, untuk banjir parah pada Senin pagi, diakuinya memang diakibatkan oleh saluran yang tersumbat sampah. Dari penanganan yang dilakukan oleh tim OPSDA, ada sebanyak 1 truk sampah yang berhasil diangkut.

“Ada 1 truk, sampah yang berhasil dikeluarkan dari saluran yang menyumbat alur air,” bebernya.

Pada Senin, hujan deras yang terjadi sejak dini hari, mengakibatkan sejumlah titik tergenang banjir. Jalan By Pass Ngurah Rai, depan SLB sampai KFC Jimbaran, tergenang banjir. Akibatnya lalu lintas di sepanjang jalur tersebut sempat lumpuh.

Baca juga:  Kembali Dilanjutkan, Pembersihan Alur Sungai Dekat SLB jimbaran

Dari pantauan di lokasi, tinggi genangan sampai mencapai 50 cm. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, air tidak teraliri dengan baik akibat terhalang taman median jalan.

Untuk mengalirkan air yang tergenang, warga sekitar terpaksa membongkar taman median jalan. Salah seorang warga, Made yang ditemui di lokasi mengatakan, hujan memang terjadi sejak Senin dini hari.

Meski pagi hari hujan sudah reda, namun kata dia, curah hujan yang cukup tinggi, ditambah air sungai di sebelah SLB meluap dan memenuhi jalan di kawasan itu. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.