Petugas melakukan olah TKP meninggalnya dua warga Bondalem, Tejakula. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com  – Nasib tragis dialami oleh pengendara sepeda motor Nyoman Masta (61) dan yang dibonceng Kadek Marheni (61) asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Setelah mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas), kedua korban yang sudah lanjut usia (lansia) ini meninggal dunia.

Keduanya menghembuskan nafas terakhirnya karena mengalami cidera kepala berat (CKB). Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa Jumat (26/2) mengatakan, lakalantas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.

Saat itu, pasurtri ini menaiki sepeda motor matik DK 4120 UAS melintasi jalan umum di Desa Bondalem, Tejakula. Korban datang dari arah selatan akan menuju ke utara. Saat menyusuri jalan menikung dan turunan terjal, pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraanya.

Baca juga:  Rem Blong, Sedan Terjun ke Jurang

Upaya memperlambat laju sepeda motor gagal dilakukan, karena diduga rem sepeda motor tidak berfungsi dengan baik. “Pengendara bersama yang dibonceng ini datang dari selatan ke utara di mana jalan terjal dan menikung. Diduga rem tidak berfungsi baik sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan dengan baik,” katanya.

Menurut Sumarjaya, korban gagal mengendalikan sepeda motor, sehingga oleng ke kiri, kemudian menabrak pohon di pinggir jalan. Akibat benturan itu, pengendara dan yang dibonceng kemudian terjatuh. Kedua korban mengalami CKB. Warga yang melihat kejadian kemudian mengantar keduanya ke rumah sakit.

Baca juga:  Dipicu Dugaan Perselingkuhan, Tiga Pria Keroyok Korban Hingga Babak Belur

Naas, saat dirawat, kedua korban dinyatakan meninggal dunia. “Sepeda motor melaju liar lalu oleng ke kiri dan menbrak pohon di di lokasi kejadian, sehingga korban ini mengalami CKB dan setelah diperiksa dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Gede Sumarjaya menambahkan, hasil oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi yang diduga melihat kejadian ini lakalantas ini murni karena Out of Control (OC, red). Penyebab lakalantas karena medan jalan ekstrem dan dugaan rem sepeda motor yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan kecelakaan ini. “Jalan dengan turunan dan menikung ini memang ekstrem dan ada dugaan rem tidak berfungsi baik, sehingga menyebabkan lakalantas ini. Kita menghimbau untuk tetap berhati-hati ketika berkendara dan tetap mengecek peralatan sepeda motor sebelum dikendarai,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.