Bupati Giri Prasta menghadiri pelebon IB Sunarta. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Almarhum (alm) Ida Bagus Made Sunartha, S. Sos, Selasa (16/2) dipalebon di Setra Desa Adat Sangeh, Kecamatan Abiansemal. Pada masa pandemi Covid-19, terlebih Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, upacara palebon dari anggota DPRD Badung tersebut sudah diatur sedemikian rupa oleh panitia sehingga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Tampak hadir pada prosesi palebon, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata beserta sejumlah anggota Dewan Badung. Upacara mengantar jenazah ke setra dilaksanakan pukul 12.10 wita. Iring-iringan palebon diawali dengan mengusung lembu hitam ke setra dengan melibatkan Krama Banjar Muluk Babi, Sangeh maksimal 50 orang.

Baca juga:  Pemilik Layang-layang Bandel Terancam Proses Hukum

Selang 10 menit kemudian baru dilaksanakan prosesi mengusung jenazah dari bale adat untuk dibawa ke jaba Griya Sari, kemudian diletakkan sebuah bade. Untuk penghormatan terakhir, Bupati Giri Prasta juga ikut mengangkat jenazah dari bale adat menuju wadah. Sesampainya di setra segenap anggota DPRD Badung yang hadir bersama Wabup. Suiasa juga melakukan doa bersama, mendoakan kepergian almarhum, semoga dapat menyatu dengan Tuhan.

Baca juga:  Perubahan APBD Badung TA 2020 Disepakati, Prioritaskan Pemenuhan Layanan Dasar Masyarakat

Untuk diketahui alm. I.B. Sunartha meninggal pada 21 Januari 2021, karena sakit (serangan jantung). Beliau dikenal luas sebagai anggota dewan yang sangat ramah, baik dan sabar. Selain menjadi anggota DPRD Kabupaten Badung, alm. I.B. Sunartha juga mengabdi sebagai Bandesa Adat Sangeh. Kecintaan beliau pada olahraga, seni dan pariwisata bisa dilihat dari bagaimana transformasi Desa Sangeh 10 tahun terakhir. Politisi PDI Perjuangan ini juga dikenal sebagai mentor bagi rekan-rekannya yang masih muda.

Baca juga:  Cegah COVID-19, Bupati Giri Prasta Terbitkan SE

Serangkaian upacara palebon ini telah dilaksanakan upacara nyiramang pada Kamis (11/2), upacara mesesalin pada Sabtu (13/2), Minggu (14/2) menendak toya ening, ngereka kajang, melaspas kajang, dan munggah pengaskaran, ngilenang pamerasan dan ngrereh toya penembak. Puncak Karya Pelebon pada Selasa (16/2) ini sedangkan untuk karya nyekah akan dilaksanakan pada 28 Februari 2021 mendatang. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.