Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Indra saat pimpin rapat. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Bali masih tinggi, selama 2020 tercatat 405 orang tewas di jalan raya. Meski jumlah tersebut menurun dibandingkan 2019 yang mencapai 540 atau selisih 135 korban jiwa.

Kondisi ini membuat Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol. Indra mengaku sangat prihatin. Apalagi  korban lakalantas tersebut usia produktif.

“Kami melakukan berbagai upaya untuk menekan angka lakalantas tersebut. Mulai sosialisasi hingga penegakan hukum, tapi angka lakalantas masih saja tinggi. Kami  terus evaluasi,” ujar Kombes Indra, Selasa (2/2).

Baca juga:  Segera Di-SP3, Lakalantas Indra Navicula

Dirlantas menegaskan, lakalantas terjadi diawali dengan adanya pelanggaran. Menurutnya saat berkendara jangan takut dengan polisi.

Namun, takutlah dengan pelanggaran karena bisa mengancam keselamatan nyawa. “Bisa membuat lakalantas atau orang lakalantas,” ucapnya.

Perwira asal Padang, Sumatera Barat ini menyampaikan, ada dua karakter masyarakat Indonesia menjadi penyebab terjadinya lakalantas. Pertama, masyarakat bisa berkendara, tapi tidak paham aturan. Kedua, masyarakat bisa berkendara, paham aturan tapi tidak tertib di jalan raya.

Baca juga:  Redam "No List," Wisatawan Diimbau Viralkan Bali Secara Positif

Lalu lintas, kata Indra, merupakan urat nadi kehidupan,  perekonomian dan cermin budaya bangsa. “Untuk itu, mari gaungkan Bali sebagai pelopor tertib berlalu lintas,” ajaknya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.