Petugas saat mengangkut sampah di TOSS Center. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, mulai menampung seluruh sampah di perkotaan, sejak Selasa (19/1). Akibatnya, volume sampah ke TOSS menjadi membludak, dari 3 sampai 4 truk per hari, menjadi 14 truk lebih per hari.

Petugas cukup kewalahan, apalagi sampahnya belum terpilah dari sumbernya. Sehingga terpaksa harus melakukan pemilahan lagi di TOSS, sebelum diproses.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Ketut Suadnyana, mengatakan sejak diputuskan seluruh sampah perkotaan masuk TOSS, total ada sebanyak 14 truk sampah ditambah 5 grand max sampah masuk TOSS Center. Kenaikannya jelas sangat tinggi, sehingga ini membutuhkan fokus dan keseriusan agar semuanya terkelola.

“Kewalahan pada tenaga pemilahan, karena sampah belum terpilah dari rumah. Alat berat untuk mengangkut sampah yang sudah terpilah juga belum turun,” kata Suadnyana.

Baca juga:  Terus Berbenah Sempurnakan Pengelolaan Sampah, Bupati Suwirta Genjot Kinerja Petugas TOSS Center

Saat ini, dikatakan proses pemilahan masih dengan tenaga manual. Sampah organik yang masuk masih perlu dipilah di lokasi, karena bercampur dengan anorganik.

Ini karena kesadaran pemilahan sampah langsung dari sumber masih kurang. “Setelah terpilah organik dan anorganik, baru dimasukan ke tempat pengolahan berikutnya atau ke sel. Untuk tahap inilah perlu menggunakan alat berat, agar proses pemindahannya lebih cepat,” tegasnya.

Pada hari pertama penerapan kebijakan ini, sampah 14 truk dan 5 grandmax ini, masih bisa tertampung di dalam gedung. Jadi, meski volume sampah naiknya siginifikan, tetapi masih bisa tertampung.

Baca juga:  Kunjungi Klungkung, Jendrika Sambut Antusias Ketua Umum TP PKK Pusat

Saat ini, pihaknya sementara masih memaksimalkan tenaga yang ada. Dengan datangnya alat berat nanti, tetapi tetap juga nanti kewalahan melakukan pengolahan sampah di TOSS, maka baru akan dipertimbangkan untuk menambah jumlah pegawai lagi, sesuai kajiannya.

“Sekarang masalahnya masih pada pemilahan. Harus lebih selektif lagi melakukan pemilahan di sumber. Sehingga proses di TOSS juga akan menjadi lebih cepat.
Kami akan terus sosialisasikan kepada masyarakat,” tutup Suadnyana.

Sebelumnya, TOSS Center mulai beroperasi penuh atasi sampah di wilayah perkotaan, mulai Selasa (19/1) setelah diputuskan sampah dari tiga pasar, Pasar Galiran, Pasar Seni Semarapura dan Kusamba) juga akan diarahkan masuk untuk dikelola di TOSS Center. Ini sebagai upaya untuk memaksimalkan fungsi TOSS Center, setelah sebelumnya sudah mampu memproses sampah dengah sangat baik.

Baca juga:  Dari Penerapan Sistem Ganjil-Genap hingga Bukan Bangsa Ecek-ecek

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, menyampaikan TOSS Center kini sudah tersedia berbagai inovasi pengolahan sampah. Untuk sampah plastik pihaknya telah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) dan Koperasi. Semua sampah plastik akan dipilah lebih lanjut oleh koperasi.

Sehingga mampu dijual dengan harga maksimal. APSI juga segera akan pasang alat pres plastik, mesin pemilah serta alat timbangan.

“Sedangkan untuk sampah organik akan dijadikan produk turunan seperti Pupuk Ozaki ( melalui metode sel sampah dan gunungan terbuka), Kompos Bio Gold dan Kompos Curah dari hasil fermentasi, serta pelet sebagai bahan bakar gasifire,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *