Giri Prasta menyematkan pin sulinggih. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pediksan Ida Bagus Anom Arimbawa bersama Istri, Ida Ayu Puspawati di Griya Simpangan, Banjar Pelaga, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kamis (31/12). Setelah melaksanakan Upacara Dwijati, Ida Bagus Anom Arimbawa mabiseka Ida Pedanda Giri Anom Arimbawa dan Ida Ayu Puspawati mabiseka Ida Pedanda Istri Giri Puspawati.

Sebagai Nabe, Ida Pedanda Istri Gede Simpangan Manuaba, Griya Gede Simpangan Buduk. Karya juga dihadiri Manggala Dharma Gosana Kabupaten Badung, Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan dari Griya Megelung Sangeh, Anggota DPRD Badung I Nyoman Karyana dan IB Alit Arga Patra, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwitha, Ketua PHDI Badung I Gede Rudia Adiputra, Camat Petang I Wayan Darma beserta unsur Tripika Kecamatan Petang, Pj. Perbekel Pelaga I Made Sandu. Hadir pula Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Raih Penghargaan Anugerah LHKPN Terbaik Nasional dari KPK

Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa syukur dan bahagianya dapat hadir sekaligus ikut mendoakan upacara Pediksan di Griya Simpangan Pelaga. Selaku Pemerintah Badung sekaligus Krama Desa Pelaga, Bupati berkomitmen untuk mendukung keberadaan Sulinggih di Badung serta kelestarian Griya yang ada. “Sudah menjadi komitmen kami Pemkab Badung untuk tetap menjaga keberadaan dan kelestarian Griya. Untuk di Griya Simpangan ini kami akan membantu terbangunnya perpustakaan serta sebuah sanggar,” ujar Bupati.

Baca juga:  Bulan Purnama Siddhi, Ini Himbauan PHDI Bali

Lebih lanjut Bupati juga menyampaikan setelah melalui dwijati, Sulinggih patut melaksanakan Catur Bandana Dharma sebagai tuntunan keseharian yang dilakukan seseorang yang telah menyucikan diri yaitu amari wesa (tata cara menggunakan busana, amari sesana (beretika), amari aran (berubah nama), dan amari laksana (bertingkah laku). “Semoga Sulinggih selalu mendoakan dan ngrastiti agar masyarakat dan jagat Badung selalu diberikan keselamatan, gemah ripah loh jinawi,” ucapnya.

Sementara itu Manggala Karya Ida Bagus Ketut Purbanegara menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung dan masyarakat yang telah hadir serta memberi doa upacara Rsi Yadnya, sehingga Pediksan di Griya Simpangan, Pelaga berjalan dengan lancer dan sukses. Menurutnya dengan upacara pediksan ini telah terlahir Sulinggih di Griya Simpangan.

Baca juga:  Rapimnas Kadin Diharapkan Hasilkan Rekomendasi yang Bisa Diterima Semuanya

Ida Sulinggih sekarang sudah menjadi milik dari pemerintah dan masyarakat. Untuk itu pihaknya memohon agar pemerintah selalu memperhatikan para Sulinggih. “Semoga Ida Sulinggih selalu dapat melaksanakan swadharma beliau untuk mengabdi dan membina budi pekerti masyarakat,” harapnya.

Sebagai wujud bhakti Pemkab Badung atas pelaksanaan upacara padiksan ini, Bupati menghaturkan dana punia sebesar Rp 100 juta. Bupati juga menyematkan Pin Sulinggih. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.