Aktivitas pemungutan retribusi di pos pungut Penelokan. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar menjadikan jalur Penelokan sebagai jalur khusus wisatawan dan warga lokal mulai awal 2021, belum dipastikan. Namun, Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku akan berkoordinasi dengan bupati terpilih terkait rencana itu.

Dikonfirmasi Senin (14/12), Gianyar mengatakan pihaknya akan segera memanggil OPD terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Satpol PP dan Bagian Hukum untuk membahas terkait kesiapan teknis pengalihan arus tersebut. Dia belum bisa memastikan apakah rencana itu bisa segera direalisasikan atau tidak. “Saya akan panggil Kadishub, Kadisparbud, dan Satpol PP serta Kabag Hukum untuk membahas itu,” ujarnya.

Baca juga:  Beberapa Titik Trotoar di Penelokan Jebol

Selain dengan OPD teknis, Gianyar mengatakan pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan calon bupati yang baru. Menurutnya itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi agar jangan sampai kebijakan yang telah diberlakukannya nantinya menjadi ramai di masyarakat dan dianulir/dibatalkan oleh bupati baru. “Kan tidak bagus kalau seperti itu,” kata Gianyar.

Dia meyakini kebijakannya menjadikan Penelokan jalur khusus wisatawan dan warga lokal bakal menuai banyak pro kontra di masyarakat dan media sosial. Meski demikian dirinya tetap ingin rencananya pengalihan arus di Penelokan bisa diberlakukan di 2021.

Baca juga:  Polisi Tambal Jalan Berlubang di Penelokan

“Saya inginnya begitu. Mengingat kondisi pariwisata kita di Kintamani kan belum maksimal terkait arus transportasinya. Pemungutan retribusi di jalan juga sering diprotes,” jelasnya.

Bupati Bangli mewacanakan menjadikan jalur Penelokan sebagai jalur khusus wisatawan dan warga lokal mulai awal 2021. Sementara untuk masyarakat umum akan dialihkan ke jalur lain. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *