Honesty Basyir. (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Vaksin COVID-19 tahap pertama sudah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12) malam. Sebanyak 1,2 juta vaksin dengan dosis tunggal sudah ada di fasilitas produksi Bio Farma yang berlokasi di Bandung. Demikian dikemukakan Direktur Utama Bio Farma, Honesty Basyir, dalam siaran pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Selasa (7/12) dipantau dari Denpasar.

Honesty menyebutkan untuk vaksin tahap pertama ini akan diprioritaskan pada tenaga kesehatan. “Semoga dengan adanya vaksin ini bisa memberikan keamanan dan perlindungan kepada tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan penanganan COVID-19,” ujarnya.

Disebutkannya, Bio Farma akan menyiapkan 3 juta dosis dari Sinovac. Saat ini sudah diterima 1.200.568 dosis kemasan single doses. Untuk 568 ampul akan dialokasikan untuk pengujian mutu yang dilakukan Bio Farma dan Badan POM. “Berkat dukungan berbagai pihak, proses kedatangan vaksin COVID-19 perdana ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Jadwal Penyekatan Dipertanyakan Publik hingga 12 Kebijakan Selama PPKM Darurat

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan timeline terkait kedatangan vaksin hingga Januari 2021. Honesty menyebutkan akan datang 15 juta dalam bentuk bahan baku di bulan Desember. Sisa 1,8 juta dosis akan datang di akhir Desember atau awal Januari 2021. Sedangkan masih di Januari 2021 akan tiba 30 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. “Keseluruhan vaksin yang akan tiba, semuanya adalah jenis vaksin yang sama dengan yang tengah dilakukan uji klinik fase III, baik yang sedang diuji coba di Indnesia, Brazil, maupun di sejumlah negara lainnya,” sebut Honesty.

Baca juga:  Gubernur Pastikan Uji Coba Vaksin di Bali

Dasar pemilihan vaksin COVID-19, harus memenuhi beberapa faktor, antara lain memenuhi unsur keamanan, harus cepat, dan memenuhi aspek mandiri. Kemudian harus berkhasiat, dan mutu terjamin yang dapat dibuktikan dari serangkaian penelitian.

Dilihat dari timeline, calon vaksini Sinovac merupakan satu dari 10 vaksin yang paling cepat telah memasuki uji klinis tahap III. Platform yang digunakan platform inactivated atau virus dimatikan yang sudah terbukti dari jenis vaksin-vaksin lainnya. Dan platform tersebut sudah dikuasai oleh Bio Farma.

Baca juga:  Hingga Februari, Segini Jumlah WNA Ditolak Imigrasi

Faktor lainnya, sistem mutu yang dimiliki Sinovac sudah disetujui WHO. Dalam kerjasama antara Bio Farma dan Sinovac terdapat juga transfer teknologi. “Bio Farma sudah memiliki pengalaman yang sangat panjang dalam mendistribusikan vaksin, baik untuk pemerintah maupun swasta,” jelasnya.

Disebutkannya, Bio Farma sedang mempersiapkan solusi digital untuk pendistribusian vaksin COVID-19. “Walaupun vaksin sudah tiba di Indonesia, masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak),” tutupnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *