Prof Wiku Adisasmito. (BP/dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Kamis (3/12) jumlah kasus COVID-19 baru mengalami kenaikan signifikan dari sehari sebelumnya. Angkanya ada di atas 8.000 kasus, sebuah rekor baru.

Dari data Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, kasus baru pada hari ini bertambah 8.369 orang. Kumulatif kasus ditangani Indonesia mencapai 577.877 orang.

Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan pers yang disiarkan langsung kanal YouTube BNPB Indonesia, dipantau dari Denpasar, pemerintah daerah sedang menyinkronkan data. Sebab, ada beberapa provinsi yang memiliki perbedaan data dengan pusat. Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada penambahan kasus yang sangat signifikan. Angka yang sangat tinggi ini, kata Wiku, dikarenakan sistem belum optimal dalam mengakomodasi pencatatan pelaporan dan validasi data dari provinsi secara real time.

Baca juga:  ‘’Krama Istri’’ Berperan Cegah Penyebaran COVID-19

Sebagai contoh, Papua pada hari ini melaporkan 1.755 kasus. Itu merupakan akumulasi kasus positif sejak 19 November hingga hari ini. “Kepada pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data, kami himbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat sesegera mungkin,” jelasnya.

Berdasarkan data website resmi bersatu melawan COVID-19 untuk perubahan perilaku, yang nanti dapat diakses oleh publik, bahwa pemantauan kedisiplinan prokes sempat mengalami fluktuasi di minggu keempat November.

Sangat disayangkan tren terus memperlihatkan penurunan dalam memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Hal ini bertepatan dengan periode libur panjang akhir Oktober hingga 1 November dan terus berlanjut hingga 27 November. “Persentase kepatuhan memakai masker ialah 59,32 persen sedangkan untuk menjaga jarak 43,46 persen. Dapat kita simpulkan bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan itu semakin menurun,” sorotnya.

Baca juga:  Dirlantas Akui Kendaraan di Jalan Ramai, Diduga Karena Ini

Jika masyarakat makin lengah dalam menjalankan prokes, maka akan meningkatkan penularan. “Jika terus seperti ini, sebanyak apapun fasilitas kesehatan tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,” terangnya.

Dalam beberapa hari terakhir, lanjutnya, rekor-rekor baru angka positif terpecahkan. Sebelumnya belum pernah mencapai di atas 5.000 untuk angka kasus positif harian. “Sayangnya penambahan angka kasus positif terus meningkat. Bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus. Ini adalah angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir,” tegasnya.

Baca juga:  Subsidi KUR Ditetapkan Rp 12,2 Triliun di RAPBN 2019

Ia memohon agar diperhatikannya meningkat terusnya kasus positif menunjukkan laju penularan masih terus meningkat. “Jelas ini terjadi karena semakin hari masyarakat makin mengabaikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, pasien sembuh harian jumlahnya lebih rendah dari kasus baru. Tercatat pasien COVID-19 dinyatakan sembuh mencapai 3.673 orang. Total kasus sembuh mencapai 462.553 orang (82,9 persen).

Kasus meninggal jumlahnya lebih banyak dari sehari sebelumnya. Tercatat ada 156 kasus meninggal yang dilaporkan. Sehingga totalnya menjadi 17.355 orang (3,1 persen).

Saat ini kasus yang masih dalam perawatan sebanyak 77.969 orang (14,0 persen). Untuk suspek sebanyak 69.027 orang. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.