Pangdam IX/Udayana yang baru Mayjen TNI Maruli Simanjuntak melaksanakan upacara penyambutan di makodam, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah dilantik di Jakarta, Pangdam IX/Udayana yang baru Mayjen TNI Maruli Simanjuntak tiba di Bali, Jumat (27/11). Di hadapan personelnya, Pangdam Maruli Simanjuntak mengingatkan jangan pernah menentang dan ada ide-ide negatif terhadap NKRI.

Setibanya di Base Ops Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, pangdam disambut pejabat utama kodam, Danlanud I Gusti Ngurah Rai dan Danlanal Denpasar. Mayjen Maruli Simanjuntak mengikuti Tradisi Tepung Tawar.

Tradisi ini mengandung makna sebagai penolak segala rintangan dan bala bencana, serta menyucikan secara lahir bathin bagi pejabat baru. Diharapkan Mayjen Maruli Simanjuntak dalam mengemban tugas sebagai pangdam selalu terhindar dari segala rintangan, gangguan, mara bahaya, dan juga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Demikian disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G., S.I.P.

Baca juga:  Sehari Jelang Diberlakukannya SE Gubernur Bali, Begini Situasi Bandara Ngurah Rai

Setibanya Makodam, kata Kolonel Jonny, Pangdam didampingi Ibu Uli Simanjuntak selaku Ketua Persit KCK PD IX/Udayana disambut dengan Tari Hanoman. Maruli Simanjuntak lalu diantar menuju ke tempat acara tradisi penciuman Pataka Kodam IX/Udayana dengan berjalan melewati pasukan tradisional Provinsi Bali, NTB dan NTT sebagai tanda bahwa wilayah tugas kodam membawahi tiga provinsi, yaitu Provinsi Bali, NTB dan NTT.

Usai acara tradisi, Maruli Simanjuntak memberikan pengarahan diawali menceritakan pengalaman saat bertugas di Paspampres, baik dalam mengikuti kegiatan Presiden RI maupun Wapres RI. “Mari kita bersama-sama mengamankan semua program-program pemerintah supaya bisa berjalan dengan baik dan jangan ada kata-kata yang keluar dari kita terkesan menentang NKRI,” tegas Pangdam Maruli Simanjuntak.

Baca juga:  Pemilik Bakas Levi Rafting Tewas Diserang Gajah

Pangdam mengajak personelnya membantu pembangunan-pembangunan di wilayah, menjaga nama NKRI dan jangan pernah membiarkan keluarnya ide-ide negatif terhadap NKRI. Caranya, aparat teritorial melakukan pendekatan maupun melaksanakan tugas dengan baik.

Terkait isu-isu yang berkembang, para pimpinan diharapkan bisa menjelaskan ke anggotanya dengan memberikan informasi yang baik dan benar atas isu tersebut. “Intinya mari kita semua bersama-sama untuk membesarkan Kodam IX/Udayana ini. Semua orang pasti punya peran dan kita itu adalah suatu organisasi yang benar-benar mempunyai kemampuan terutama adalah menjaga NKRI. Jangan terbiasa dengan namanya rutinitas, untuk itu lakukan evaluasi dan terkait anggaran dilaksanakan secara terbuka dan transparan,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.