Gubernur Koster melakukan toast saat pelantikan pengurus Kadin Bali, Jumat (20/11). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengurus Kadin Bali yang terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengurus masa bakti 2020 – 2025 dilantik pada Jumat (20/11) di Inaya Putri Bali. Kepengurusan Kadin yang baru diharapkan bisa berperan dalam membangun perekonomian di Provinsi Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurut Gubernur Bali Wayan Koster, di 2021 perekonomian yang akan dibangun di Bali adalah untuk menyeimbangkan dan memperbaiki struktur dan fundamental perekonomian Bali. Yakni seimbang antara sektor pariwisata, pertanian dan industri.

Selama ini perekonomian Bali sebagian besar ditopang oleh pariwisata, sebesar 52 persen lebih sumbangan pariwisata terhadap PDRB Bali. “Plus minus, suka duka dialami karena Bali sudah terlanjur mengarah pada pembangunan kepariwisataan sehingga begitu tinggi ketergantungannya. Kita rasakan dampaknya seperti sekarang ini,” ujarnya.

Baca juga:  PVMBG Akui Letusan Freatik Gunung Agung Sebabkan Abu Berintensitas Tipis

Di saat suka, situasi nornal, pariwisata hidup, ekonomi Bali tumbuh baik dan Bali pasti mencapai tingkat perekonomian yang bagus di atas rata – rata nasional. Sampai tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Bali 5,6 persen di atas rata – rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi devisa pariwisata Bali terhadap nasional mencapai hampir 40 persen yang ditopang wisman pada tahun 2019 dengan jumlah kunjungan 6,3 juta dan wisnus 10,6 juta. “Itu menjadi fundamental perekonomian Bali. Sehingga begitu pariwisata terganggu otomatis ekonomi Bali terganggu,” ujarnya.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal di Bali Bertambah, Jumlahnya Pecahkan Rekor Harian

Maka dari itu Pemprov Bali di bawah kepemimpinannya akan melakukan penataan ulang perekonomian Bali ke depan. Sehingga pariwisata menjadi kekuatan untuk menggerek pertanian, mengembangkan perindustrian di Bali yaitu perindustrian berbasis budaya.

“Industri untuk memperkuat pertanian dari hulu dan hilir, memperkuat industri sandang, beserta menumbuhkan usaha UMKM dalam rangka memperkuat industri kerajinan rakyat,” bebernya.

Menurutnya, tidak perlu mempertentangkan antara pariwisata dengan pertanian, pariwisata dengan industri. “Tiga-tiganya bagus, dan semuanya itu sebenarnya adalah satu sama lain saling mendukung, melengkapi, memiliki keterkaitan yang sangat kuat,” tandasnya.

Ia berhatap peran Kadin ke depan dalam pembangunan perekonomian ini. Ia berharap ke depan Kaidn Bali dan Pemprov Bali bisa bersinergi, berkolaborasi, bekerja sama serta memiki keberpihakan dengan sumber daya lokal yang ada di Bali agar Bali bisa bangkit, Indonesia bangkit sesuai tema pengukuhan dan pelantikan Kadin saat ini.

Baca juga:  Terdampak COVID-19, Tanjung Benoa Lengang

Ketua Umum Kadin Pusat, Rosan P. Roeslani mengatakan, walaupun di tengah pandemi, pengusaha harus tetap bersemangat, maju terus dan harus beradaptasi. Berkreasi dan berinovasi, walaupun banyak tantangan.

Kondisi ekonomi saat ini dalam keadaaan luar biasa. Proses berbisnis pun dijalankan tidak seperti biasa. “Harus bekerja secara ekstra ordinary out of the box dalam rangka bertahan, sambil menunggu proses vaksinasi berjalan tahun 2021,” katanya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.