Kendaraan melintas di kawasan Bedugul, Tabanan. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Keinginan untuk menata kembali DTW Bedugul, Kecamatan Baturiti, Tabanan agar bisa meningkatkan PAD sudah terus digaungkan sebelum masa pandemi. Mulai dari penataan kawasan areal parkir, dan pembangunan kios-kios kerajinan yang bersumber dari anggaran pusat pun sudah mulai tampak terlihat di lokasi yang sempat berjaya di era 80-an tersebut.

Begitupun perbaikan restoran juga sudah rampung. Namun sayang, sejauh ini kelanjutan penataan kawasan terkesan “saru gremeng.” Ditambah lagi saat ini pemerintah memang masih dihadapi dengan urusan pandemi COVID-19, membuat semakin tidak jelas lagi.

Baca juga:  Bali Dijual Murah di Tiongkok

Dari pantauan di lapangan, Rabu (11/11), deretan bangunan kios yang masih tampak baru dari konsep yang dirancang sebelumnya akan dimanfaatkan untuk para pedagang cinderamata terlihat tidak terawat serta  dipenuhi rumput liar. Begitupun saat turun menuju lokasi  utama kawasan, sejumlah bangunan yang ada khususnya di dekat pemandangan danau sebagian besar rusak.

Hanya bangunan restaurant yang terlihat bagus lantaran baru rampung diperbaiki belum lama ini. Meski sepi, beberapa warga terlihat mendatangi kawasan tersebut hanya sekedar untuk memancing.

Bahkan sekumpulan pelajar SMP yang memanfaatkan lokasi sepi itu untuk ajang pertemuan mereka.

Baca juga:  Jadi Destinansi Crossboder, Atambua Gelar Pemilihan Duta Wisata dan Puteri Pariwisata

Disinggung mengenai kelanjutan penataan DTW Bedugul, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, sampai saat ini penataan kawasan masih terus berjalan, dengan harapan DTW Bedugul segera bisa kembali beroperasi. “Tahun 2021 kita tetap akan melanjutkan penataan menggunakaan DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujarnya.

Diakuinya untuk memfungsikan bangunan baru seperti kios cendramata memang tidak bisa berjalan sendiri dan harus berjalan berbarengan. Untuk penataan kawasan di 2021 direncanakan akan dibangun 3 unit menara pandang, dan penataan lahan, penananam rumput, bunga dan lain-lain. “Di Tahun 2020 tidak bisa kami lakukan penataan karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19,” tegasnya.

Baca juga:  Penanganan Sampah di Pura Luhur Batukau Dibantu "Bisa Terbiasa"

Namun Sukanada belum bisa memastikan kapan nantinya DTW Bedugul bisa mulai beroperasi. Yang jelas harapanya segera bisa bangkit. “Harapan kita segera bisa bangkit, mudah-mudahan bisa secepatnya,” ucap Sukanada.

Seperti diketahui kios cendramata tersebut sudah dibangun lewat DAK 2018. Tak hanya kios, toilet dengan anggaran Rp 250.800.000 lewat DAK Tahun 2018 sudah ada. Sementara renovasi restaurant dianggarkan Rp 1 miliar lewat APBD Tabanan. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.