Alat berat melakukan pemindahan puing sebelum dimulainya proses pembangunan kembali di Pura Dalem Batununggul, Nusa Penida. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Setelah sempat ludes terbakar beberapa bulan lalu, Pura Dalem Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, kini mulai dibangun kembali. Proses pemerataan palinggih yang sempat terbakar sudah dilakukan, menggunakan alat berat.

Pura ini habis dilahap si jago merah, Rabu (27/7). Pura yang terbakar persis terletak di sebelah timur Lapangan Umum Sampalan.

Musibah ini membuat shock warga sekitar, karena saat itu api sangat besar dan dengan cepat melahap seluruh palinggih di Utama Mandala, di tengah angin kencang di lokasi. Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Ketut Tayanegara, Selasa (10/11) mengatakan harus segera melakukan langkah-langkah revitalisasi pura, yang di empon lima banjar di antara Mentigi, Sampalan, Geria Tengah, Batununggul serta Tain Besi.

Baca juga:  AWK Dinilai Sudah Melewati Batas, Masyarakat Nusa Penida Sampaikan Sejumlah Poin Tuntutan

Tayanegara sebelum pembangunan umat memohon petunjuk dari Ida Pedanda Geria Akah, Klungkung, baik secara sekala dan niskala. Kemudian, pihak desa melakukan upacara pralina, sebagai bagian awal dari poreses membangun kembali Pura Dalem ini. Selanjutnya baru dikeruk dan diratakan.

Tayanegara menyampaikan pengerukan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, dengan meminta bantuan rekanan proyek Pelabuhan Segitiga Emas, yang membantu pengerukan dengan menggunakan exavator selama dua hari. Rencananya, palinggih yang akan dibangun di Pura Dalem Desa Adat Dalem Setra Batununggul, antara lain Pesanggaran, Gedong Dalem, Sapta Petala, Penglurah, Pemaruman, Bale Sor, Bale Piasan, Bale Pewayangan/Bale pesantian.

Baca juga:  Warga Nusa Penida Meninggal Karena DBD  

Sesuai dengan arahan Gubernur Bali Wayan Koster, yang sempat meninjau langsung lokasi pura bersama Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, pada 6 Agustus, Tayanegara mengajukan proposal bantuan dengan menyertai surat pengantar dari Bupati Klungkung kepada Gubernur Bali. “Semoga proses revitalisasi pura ini, tidak ada hambatan. Semoga berjalan lancar,” kata Tayanegara. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.