Bupati Suwirta saat memimpin pleno Dewan Ketahanan Pangan. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pandemi sudah berlangsung berbulan-bulan. Selain fokus mengedukasi penerapan protokol kesehatan, Pemkab Klungkung juga mulai melihat kesiapan pangan daerah dalam menghadapi kemungkinan pandemi ini terus berlarut-larut.

Dewan Ketahanan Pangan Klungkung mulai menyikapi serius, agar dapat diantisipasi dengan baik. Dewan Ketahanan Pangan langsung menggelar rapat pleno, melalui zoom meeting di Ruang Praja Mandala Pemkab Klungkung, Senin (19/10).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Wayan Durma, mengatakan rapat pleno ini guna merumuskan kebijakan dan mendorong aspirasi dari masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan di Klungkung. Ini juga sekaligus untuk mengevaluasi dan mengendalikan ketahanan pangan di tingkat kabupaten. “Masing-masing pokja menyampaikan evaluasi kerja di tahun 2019, sekaligus merumuskan hasil yang diperoleh di tahun 2019 ini,” katanya.

Baca juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Ini Dilakukan TNI

Durma menambahkan, pleno ini membahas tiga kelompok kerja yakni Pokja I Ketersediaan dari Dinas Pertanian, Pokja II Aspek Distribusi Pangan dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dan Pokja III Aspek Konsumsi dan Keamanan Pangan dari Dinas Kesehatan. Ketahanan pangan ini, tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, beragam, bergizi, seimbang, aman dan terjangkau.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat mengkoordinasikan antar-instansi melalui pleno itu, mengatakan terwujudnya ketahanan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Pihaknya juga mengimbau untuk bersama-sama memantapkan ketersediaan untuk menuju kemandirian pangan.

Baca juga:  Diduga Terjangkit Virus ASF, Puluhan Babi Mati di Desa Jegu

Selain itu, juga agar menggunakan produk lokal, mengembangkan sistem kewaspadaan pangan dan gizi sebagai langkah untuk melakukan deteksi dini terjadinya kasus rawan pangan dan gizi. Selanjutnya melakukan intervensi terhadap adanya kasus-kasus gizi buruk dan kurang gizi secara cepat dan tepat untuk mencegah stanting, serta melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang keamanan pangan.

“Bagi koordinator pokja ketersediaan, pokja distribusi dan pokja konsumsi dan keamanan pangan, dapat merumuskan permasalahan, evaluasi dan rumusan untuk rencana tindak lanjut pembangunan ketahanan pangan dimasa pandemi ini. Kita antisipasi semua, agar tidak terjadi kekacauan,” ujar Bupati Suwirta. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.