Ruas jalan Kediri-Sanggulan yang putus, menjadi salah satu yang diusulkan segera mendapatkan penanganan melalui BTT. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Dari 72 titik kerusakan yang ditimbulkan pasca hujan deras yang mengguyur Sabtu (19/10), hanya 12 titik ruas jalan yang rencananya akan diajukan untuk bisa segera mendapatkan penanganan. Dana diusulkan menggunakan pos Belanja Tak Terduga (BTT).

Terkait itu, Dinas PUPRKP saat ini masih dalam proses penyiapan dokumen perencanaan, sebelum nantinya permohonan penggunaan BTT diajukan ke Pimpinan Daerah/Bupati Tabanan. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana mengatakan, setidaknya ada 12 ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tabanan tersebar di tujuh kecamatan tengah dimohonkan untuk segera mendapatkan penanganan perbaikan.

Baca juga:  Dihantam Longsor, Tembok Kamar Warga Banua Jebol

Dengan estimasi biaya Rp 7 miliar lebih. Seperti, pengamanan badan jalan dan pemasangan box culvert ruas jalan di Panjaitan, Kediri dan di ruas jalan Kediri-Sanggulan, pengamanan badan jalan Mandung-Kukuh, pengamanan badan jalan Payuk Bangkah-Penulisan Kerambitan, pengamanan badan jalan Gadungan-Gempinis, pembangunan jembatan ruas jalan Beranjingan-Kelecung, pengamanan badan jalan Selemadeg-Cepaka dan pengamanan badan jalan dan drainase ruas Petireman-Lumbung Delod Sema Selemadeg Barat. “Dokumen perencanaan masih kami siapkan, nanti jika sudah rampung baru diajukan ke pimpinan daerah. Disetujui atau tidak, itu kembali kepada kebijakan pimpinan,” terangnya, Kamis (15/10).

Baca juga:  Diguyur Hujan, Dua Jembatan Desa Roboh

Dihubungi terpisah Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Sucita mengatakan, di tengah nihilnya dana bansos tak terencana dari APBD Tabanan 2020, saat ini hanya menyisakan anggaran Rp 250 juta, dari total keseluruhan Rp 1,9 miliar. Untuk penanganan kerusakan yang bersifat urgent bisa menggunakan pos BTT yang memang diperuntukkan menangani bencana yang sifatnya darurat. “Semua sebenarnya urgen tetapi sementara ini diusulkan prioritas, disamping juga nanti terkait saluran irigasi, sedang dilakukan pendataan,” ucapnya.

Terkait pengajuan penggunaan BTT untuk penanganan 12 titik ruas jalan tersebut, BPBD hanya memiliki kewenangan membuat surat pernyataan bahwa memang benar kerusakan tersebut diakibatkan hujan deras, Sabtu. “BPBD sudah buat surat pernyataan dilanjutkan membuat telaah staf oleh PU karena kewenangan di sana,” pungkasnya.

Baca juga:  Pascalongsor dan Air Bah, Warga Terunyan Khawatir Bencana Susulan

Ia menambahkan dari 12 titik tersebut, dua ruas yang sudah putus seperti di Sanggulan dan di kecamatan Selemadeg Timur, termasuk juga di Meliling sampai setengah badan jalan longsor.

Sebelumnya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat melakukan peninjauan ruas jalan putus di wilayah Sanggulan Kediri sempat menyampaikan akan menambah dana bencana alam (bansos) untuk penanganan bencana yang terjadi sekitar Rp 10 miliar. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.