Sekitar 5 are lahan perkebunan pohon jati di Dusun Munduk, Desa Banjar terbakar Jumat (9/10). (BP/Mud))

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar mendadak heboh Jumat (9/10) dini hari. Ini menyusul, peristiwa terbakarnya perkebunan Pohon Jati di wilayah mereka. Apalagi, perkebunan milik Putu Ginatri tersebut lokasinya dekat dengan pemukiman, sehingga warga khawatir kalau kebakaran meluas ke rumah penduduk. Beruntung, api berhasil dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi kejadian.

Salah seorang saksi Ketut Sudira (53) menceritakan, sebelum kejadian dirinya keluar rumah untuk mengantar barang dagangan ke Pasar Desa Banjar. Saat melintasi di pinggir jalan, dirinya melihat ada titik api di tengah kebun jati tersebut.

Hanya saja, titik api kecil itu masih kecil dan disangka pemilik kebun yang sengaja menyalakan api. Ketika kembali ke rumahnya, saksi terkejut setelah menemukan api membesar membakar semak dan rumput liar di tengah kebun jati. Api terus menjelar karena saat kejadian angin kencang berhembus, sehingga dikhawatirkan api akan merembet ke pemukiman warga.

Baca juga:  Gebyar Makan Babi di Rumjab Wabup Sanjaya

“Waktu itu apinya maish kecil dan saat kembali pulang api sudah besar. Angin juga bertiup kencang, sehingga api cepat membesar membakar semak dan rumput liar yang mengering karena kemarau,” katanya.

Panik dengan situasi itu, Saat saksi lantas memberitahu kejadian itu kepada warga lain. Warga yang ramai mendatangi lokasi kejadian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sayang, upaya itu gagal dilakukan dan api terus merembet. Beberapa saat kemudian, mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Seririt diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas damkar dibantu Polisi, TNI, dan warga berusaha menyemprot titik api dengan air. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke rumah-rumah warga. Diperkirakan, dari kejadian ini kebun jati milik korban terdmapak kebakaran dengan luas sekitar 5 are.

Baca juga:  Pembangunan TPS Diprotes 

“Sempat berusaha dipadmaka, tapi tidak bisa karena api lebih besar dan juga alat tidak memadai. Untung pemadam cepat datang dan dibantu Polisi dan TNI api berhasil dipadamkan dan tidak smapai merembet ke rumah warga,” jelasnya.

Sementara itu Ketua RT 8 Dusun Munduk Ida Ketut Mahardika mengatakan, kebakaran lahan perkebunan seperti ini bukan yang pertama kali. Ketika kemarau seperti ini, beberapa wilayahnya berpotensi terjadi kebakaran lahan pertanian. Apalagi, lahan perkebunan lokasinya berhimpitan dengan rumah-rumah penduduk. Bahkan, lokasi perkebunan terjal dan sulit dilalui kendaraan. Atas kondisi ini, pihkanya menghimbau warga tetap waspada dan kalau membuat titik api di lahan perkebunan agar dipadamkan sebelum ditinggalkan. “Kebakaran sering terjadi di lokasi kami karena posisinya di lahan terjal dan sangat kering sehingga dengan mudah api membakar dengan besar,” tegasnya. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.