Petugas melakukan pemakaman pasien COVID-19. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Jumlah kasus kematian karena COVID-19 di Kabupaten Jembrana kembali bertambah. Terbaru, satu orang warga Pengambengan berusia 65 tahun meninggal dunia dan sudah dimakamkan menggunakan protokol pemakaman COVID-19. Dengan demikian sudah dua orang asal Pengambengan meninggal.

Dari data dihimpun gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Jembrana, secara keseluruhan kini total kematian berjumlah 4 orang. “Pasien yang meninggal laki-laki usia 65 tahun. Meninggal Kamis malam pukul 20.45 wita di RSU Negara,” ujarnya.

Awalnya, pasien dirawat diruang isolasi sejak 28 Agustus dan tercatat sebagai pasien suspect dengan keluhan sesak. “Dari hasil swab yang keluar hasilnya tanggal 30 agustus 2020, pasien ini dinyatakan positif Covid-19, memiliki komorbid (penyakit penyerta) hipertensi dan paru,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha didampingi Kabag Humas dan Protokol I Made Cipta Wahyudi, Jumat (4/9).

Baca juga:  Bangli Laporkan Kasus COVID-19 Baru, Desa Ini Kembali Tambah Warga Terjangkit

Dengan tambahan kasus kematian itu, Arisantha membenarkan sudah ada dua orang warga asal desa Pengambengan yang meninggal dunia. Bahkan keduanya berasal dari banjar yang sama. Sesuai protokol covid-19 , pasien langsung dimakamkan di TPU Desa Pengambengan kemarin pagi. “Kita masih lakukan tracing kontak terhadap pasien ini. Termasuk akan mengambil sampel swab dari keluarganya dan beberapa kontak dekatnya,” papar Arisantha.

Catatan pasien terkonfirmasi di Jembrana secara kumulatif sudah menyentuh angka 161 orang. Perhari ini kembali bertambah kasus positif sebanyak 4 orang. Arisantha merinci, tambahan kasus itu, berasal dari desa Baluk merupakan klaster bidan yang bekerja di puskesmas I Negara. Setelah sebelumnya ibu, anak dan keponakannya yang tertular, kini giliran ayahnya( 61 tahun ) terkonfirmasi positif.

Baca juga:  Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan dan Jaring Pengaman Sosial

Penambahan kedua juga seorang bidan asal Loloan Timur bekerja di UGD RSU Negara. Bidan ini terkonfirmasi positif setelah sebelumnya sempat mengeluh alami anosmia (gangguan penciuman pada hidung).

Sedangkan penambahan ketiga seorang kepala seksi bekerja di Kantor Camat Mendoyo berusia 48 tahun. Pasien asal Mendoyo Dangin Tukad ini terkonfimasi positif setelah sebelumnya ada riwayat bepergian ke daerah dengan catatan kasus tinggi.

Baca juga:  Kopi Pasut, Pesan Kocing hingga Kerang Bambu

Terakhir, penambahan yang keempat dari seorang warga asal Yehembang . Sebelum dinyatakan positif dari hasil swab, pasien ini ada keluhan demam dan sempat bepergian keluar Jembrana. Selain penambahan pasien, hari ini juga dinyatakan sembuh satu orang pasien terkonfirmasi yang jalani isolasi mandiri di hotel. Sehingga jumlah pasien sembuh di Jembrana kini tercatat 106 orang.

“Penambahan Covid-19 masih akan terjadi bahkan hingga dua bulan diprediksi akan mencapai puncaknya. Karena itu tetap laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk memutus penyebarannya,” tandas Arisantha . (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.