Warga saat mencari air di sumber mata air. Memasuki musim kemarau, sejumlah desa di Karangasem warganya mulai kesulitan air bersih. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau, warga di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem mulai kesulitan air bersih. Atas kondisi tersebut warga kini mulai membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga Ban, I Wayan Potag mengungkapkan, sejumlah warga saat ini mulai membeli air bersih. Sebab, air hujan yang disimpan di dalam cubang sudah habis tak berisi air lagi.

Kondisi itu membuat warga kini mulai kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kondisi ini sudah terjadi sejak Juni 2020,” ucapnya belum lama ini.

Baca juga:  Krisis Air di Jembrana Meluas

Potag menambahkan, warga yang hendak membeli air harganya variatif, tergantung medan yang dilalui. Kalau medan yang biasa harganya Rp 150 sampai 200 ribu. Sedangkan medan terjal dan sulit harga bisa mencapai 300 sampai 400 ribu pertangkinya. “Air yang dibeli cukup untuk memenuhi kebutuhannya beberapa hari,” katanya.

Ia berharap ada bantuan air bersih untuk warga Ban.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, tak menampik kalau sejumlah desa di Karangasem saat ini mulai kesulitan air. “Sekarang memang banyak desa yang mulai kesulitan air bersih. Karena air hujan yang sebelumnya ditampung di cubang telah habis terpakai,” ucapnya.

Baca juga:  Musim Kemarau Kapan Berakhir?

Arimbawa menambahkan, kalau untuk tahun ini tak ada anggaran untuk pendistribusian air bersih setelah direlokasi untuk penanganan COVID-19. Kondisi itu, membuat BPBD tak bisa menyalurkan air bersih bagi warga yang membutuhkan. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.