Pemegang Saham dan Komisaris Utama PT. BPR Padma membuka kantor kas di Desa/ Kecamatan Kubutambahan Senin (24/8). (BP/Ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Bisnis Perbankan nampaknya tetap menggeliat di Kabupaten Buleleng. Ini tidak lepas karena potensi pengembangan bisnis keuangan di Bali utara tergolong tinggi.

Untuk memanfaatkan potensi itu, PT. BPR Padma mengembangkan usahanya meskipun di tengah pandemi penyebaran Virus Corona (COVID-19). Pengembangan usaha itu dilakukan dengan membuka Kantor Kas PT. BPR Padma di Desa/Kecamatan Kubutambahan Senin (24/8). Kantor kas ini adalah yang kedua setelah pada 2018 telah membuka Kantor Kas Seririt.

Peresmian Kantor Kas PT. BPR Padma di Desa Kubutambahan dihadiri Pemegang Saham (PS) Putu Gede Budiada, bersama Komisaris Utama Komang Ayu Padmawati, SH, M.Hum, Komisaris Ni Luh Ketut Aryawathi Swastika, SE, Direktur Utama PT. BPR Padma Cokorda Gede Mahadewa, SE, MM, Direktur I Made Sukerta, S.Sos, MM, dan Perbekel Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana.

Baca juga:  Rekomendasi Bandara Kubutambahan Keluar, DPRD Bali Cek Lokasi

Putu Gede Budiada mengatakan, sebelum melakukan pengembangan usaha ke Bali Utara, pihaknya melakukan kajian teknis dan menganalisis perkembangan kantor cabang dan kantor kas yang lebih awal dibuka. Dari cara itu, menunjukan hasil positif.

Pasar bisnis perbankan di Bali utara masih terbuka lebar. Ini tidak lepas karena penduduk dan topografi wilayah yang terluas diantara kabupaten/ kota di Bali, sehingga pihaknya memutuskan melakukan pengembangan bisnis keuangan mikro ke Buleleng timur.

“Transaksi dana masuk dan dana keluar dari operasional kantor cabang dan kantor kas kami di Seririt itu menunjukan trens positif. Untuk itu, tahun ini kami buka kantor kas ke dua, sehingga bisnis plan yang kami bangun satu di tengah (kantor cabang), sisi barat melalui kantor kas di Seririt, dan ke timur melalui kantor kas di Desa Kubutambahan ini,” katanya.

Baca juga:  Prajuru Desa Adat Kubutambahan Temui Bupati Terkait Proyek Bandara Internasional

Di sisi lain Putu Gede Budiada mengatakan, berbisnis keuangan mikro di manapun tentu berhadapan dengan persaingan dengan lembaga sejenis. Termasuk di Bali utara yang sudah lebih awal banyak dibuka perbankan terkemuka.

Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan semangatnya mengelola bisnis keuangan di Bali utara. Mengatasi persaingan itu tentu akan dijawab dengan program dan pelayanan jasa perbankan yang maksimal mengikuti regulasi yang ada. Selain itu, sikap optimisme harus dibangun.

“Kalau persaingan dimanapun ada, dan yang jelas kita akan bersaing secara sehat saja. Tetapi kami punya keyakinan, karena daerah ini besar dan potensi masih terbuka, jadi walau direbut banyak orang akan bisa mencapai target. Yang terpenting, kerjasama dengan stakeholders dan pemerintah, kami bisa berkontribusi membangun perekonomian di Buleleng melalui bisnis keuangan,” katanya.

Baca juga:  Pemenang Tender Pengadaan Alat Pengolahan Data Proyek UNITED Diumumkan

Sementara itu, Perbekel Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana menyambut positif pembukaan kantor kas PT. BPR Padma di desanya. Dia yakin semakin banyak lembaga perbankan yang menanamkan investasi di desanya menunjukan kalau wilayahnya memiliki potensi, sehingga masuknya pengusaha maka akan membantu pembangunan perekonomian bagi setiap warga desa dan sekitarnya.

“Kami salut karena di tengah pandemi ada pebisnis perbankan yang justru mengembangkan lembaganya ke desa kami. Kami yakin ini akan memberi kontribusi positif untuk pembangunan perekonomian warga kami dan desa sekitar,” tegasnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.