Suasana pembahasan masterplan Bandara Bali Utara di Kementerian Perhubungan. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Wacana pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan kembali mencuat. Setelah, beberapa bulan lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaksanakan survei titik koordinat lokasi bandara, terbaru masterplan pembangunan bandara ini sedang dipersiapkan.

Untuk menyempurnaannya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dipanggil mengikuti rapat di Kemenhub, Kamis (7/11). Dia didampingi Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Dinas Perhubungan (Dihub) Provinsi Bali, Dishub, dan Badan Perencana Pembangunan Pengembangan dan Penelitian (Bappeda Litbang) Buleleng.

Bupati mengatakan, rapat ini dipimpin oleh pejabat teknis di Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub. Dalam rapat itu, masterplan yang sudah disusun oleh PT. Angkasa Pura bersama Konsultan dipresentasikan.

Baca juga:  Positif COVID-19 di Indonesia Tambah 114, Bengkulu Laporkan Kasus Pertama

Pada intinya, bandara dibangun sampai tiga kali tahapan. Tahap pertama dirancang dari tahun 2024 sampai 2028 dengan panjang runway 2.700 meter. Setelah itu, sambil berjalan akan dikembangkan ke tahap dua dari tahun 2029 sampai 2038. Panjang runway akan ditambah menjadi 3.000 meter.

Sedangkan, tahap ketiga dirancang dari tahun 2039 sampai 2048, panjang runway dikembangkan menjadi 3.400 meter. Selain itu, masterplan ini juga memuat bangunan penunjang bandara seperti gedung terminal, apron (tempat parkir pesawat), navigasi, dan sejumlah hal teknis bandara.

Baca juga:  Sore Ini Tiba, Pengamanan Kedatangan Obama Skala Prioritas

Setelah presentasi ini, penetapan lokasi (penlok) akan diterbitkan melalui keputusan Gubernur Bali. Namun demikian, terkait teknis pembangunan ditangani Kemenhub bersama PT. Angkasa Pura dan BUMN. “Saya dpanggil ikut rapat teknis itu, dan masukan dibuat resume dan dalam satu minggu ke depan ini masterplan itu dijadikan rujukan untuk penetapan lokasi oleh Gubernur sesuai regulasi, dan semua hal teknis kebandaraan dikerjakan Kemenhub bersama Angkasa Pura dan BUMN,” katanya.

Baca juga:  Stan Kerajinan PKB Bertambah

Menurut Bupati, mengacu masterplan yang sudah disusun itu, bandara di daerahnya itu dibangun sama seperti Bandara Ngurah Rai sekarang. Hanya saja, dari pengembangan tiga kali tahap panjang runway, bandara ini akan lebih banyak memberi slot penerbangan Internasional.

Peluang ini ditangkap karena kepadatan aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai sendiri. Kepadatan itu akan diurai dengan hadirnya Bandara Internasional di Kubutambahan. “Diperkirakan tahun 2026 aktivitas Bandara Ngurah Rai semakin padat dengan penerbangan rute Internasional, sehingga Bandara bali Udara dibangun untuk mengurangi kepadatan itu,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Hahahaha bener2 GILA Bin GU*****G, Satu bandara aja nggak bener konon mo buka bandara lainnya…??? Pesawat mana yang mo mendarat disana..??? Kalau mo bangun nanti2 lah lihat situasi dulu…kita juga belon tau sampai kapan ini korona…??? Di EUROPA sekarang mereka sudah buka mungkin hanya sampai augustus paling lama september hanya untuk ekonomi. Setelah itu mungkin tutup lagi.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *