Personel Identifikasi Polresta Denpasar melakukan olah TKP. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang kakek, William Hamilton Mackenzie (73) asal Inggris ditemukan meninggal dunia di tempat tinggalnya, Jalan Tukad Nyali Gang VIII A, Sanur Kaja, Denpasar Selatan (Densel), Selasa (18/8). Korban pernah kontrol ke RS Bali Med dan oleh petugas medis dikatakan menderita sakit asam urat dan kakinya patah karena jatuh di kamar mandi.

Informasi diperoleh, kejadian ini ditangani Polsek Densel dan diperiksa staf korban, Stiyo Pramito (31) dan pembantunya, Fenni Rosidiana (35). Stiyo saat dimintai keterangan mengatakan, dia jadi staf korban sejak tahun 2010.

Baca juga:  Satu Pasien Positif Meninggal, Tapi Angka Kesembuhan di Tabanan Meningkat

Pada Senin (17/8) sore, dia melihat pandangan korban kosong dan tidak mau makan. Pukul 22.30 Wita, pria asal Banten ini memberi korban minum air putih namun kondisinya sudah lemas. “Saksi (Stiyo) sempat mencubit kaki korban dan masih ada gerakan. Saksi lalu tidur,” kata sumber.

Pada Selasa (18/8) pukul 05.00 Wita, Stiyo bangun dan langsung mengecek kondisi korban. Saat dipegang denyut nadinya, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Baca juga:  Gempa Guncang Karangasem, Kekuatannya 3,1 SR

Sepengetahuan Stiyo, korban kecanduan alkohol dan pernah mengalami patah kaki karena terjatuh di kamar mandi tahun 2015. Stiyo menyampaikan, pada Juni 2020 korban pernah mengajak pembantu tinggal bersamanya.

Tapi sekarang pembantu tersebut sudah berhenti. Mantan pembantunya itu pernah bertemu dengan keluarga yang diduga terpapar COVID-19. Terkait hal itu, pihak puskesma setempat melakukan tes swab semua yang tinggal di rumah korban, namun hasilnya negatif.

Baca juga:  Gunung Agung Siaga, Ratusan Warga Baturinggit Mengungsi ke Denpasar

Pukul 10.30 Wita ambulans BPBD Kota Denpasar tiba di TKP dan jasad korban dibawa ke RSUP Sanglah.

Ups lupa.

Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian itu. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.