VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak. (BP/kmb)

JAKARTA, BALIPOST.com – Di tengah pandemi COVID-19, penjualan online ternyata sangat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan, penjualan online menjadi tulang punggung bisnis pelaku UMKM saat ini.

Salah satu yang mengakui hal ini adalah Pendiri Dua Coffee, Omar Karim Prawiranegara. Omar yang kini menjual produknya secara online, seperti diungkapkannya dalam talkshow virtual, Senin (17/8), mengatakan bahwa penjualan online kini menjadi tulang punggung bisnis di tengah pandemi.

“Sekitar 80 persen penjualan produk Dua Coffee, seperti biji kopi hingga kopi literan, datang dari Tokopedia. Dua Coffee juga berinovasi menghadirkan produk makanan siap saji dan camilan,” ungkapnya.

Teknologi, sebutnya, sudah menjadi barang wajib. Ini menjadi tantangan dan harus diikuti. “Teknologi buat saya merupakan suplemen bagi UMKM. Jangan sampai alergi juga untuk UMKM,” jelasnya.

Baca juga:  Penetrasi Asuransi Masih Rendah, Industri Sasar Milenial

Hal yang sama juga diakui Pemilik Dewa Collection Bali, Dewanti Amalia Artasari. Amalia juga mengungkapkan bahwa Tokopedia sangat membantu Dewa Collection Bali tetap beroperasi di situasi ini.

Ia bahkan harus menambah karyawan untuk memenuhi lonjakan pesanan online di tengah pandemi, yang mencapai lebih dari 5x lipat. Jurusnya dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini adalah mengurangi harga karena pelanggan juga terdampak.

Ia pun menekankan bahwa teknologi sangat berperan dalam keberlangsungan usahanya. Sebab, dia beralasan hanya membuka lapak di online. “Hidup mati saya ya di toko online, jadi teknologi sangat berperan dalam keberlangsungan usaha,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ucok selaku Pendiri Jakcloth, sudah dua kali menggelar bazar fesyen lokal virtual di Tokopedia. Ucok berharap, kolaborasi antara bisnis offline dan online seperti ini bisa membantu membangkitkan perekonomian Indonesia, salah satunya lewat industri fesyen lokal.

Baca juga:  Astra Motor Bali dan HPCI Gelar "PCX Heritage Trip"

Ia pun mengungkapkan tantangan dalam penjualan online. “Tantangannya, kalau offline, konsumen tidak banyak tanya. Tapi kalau online, harus ada knowledge untuk pembeli. Memang di awalnya agak capek ketika pertama kali masukkan artikel dan melayani pembeli. Harus rajin-rajin menjawab chat,” ungkapnya.

Kreativitas juga harus lebih banyak karena banyak saingannya di online. Ia pun membagikan tips untuk berbelanja online. Yakni pastikan berbelanja di official store. “Tentunya tinggal dicek di Instagram dan Facebook brand itu sendiri. Kualitasnya akan terjamin,” paparnya.

Terkait peran Tokopedia, VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, menyatakan gerakan ini untuk mengkampanyekan bangga menggunakan produk Indonesia. Ia menegaskan Tokopedia memang dengan konsisten memberikan panggung luas bagi para pegiat usaha lokal, salah satunya melalui Tokopedia Play Fest. “Kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang bangga buatan Indonesia.”

Baca juga:  Sejumlah Perusahaan IT di Bali Dimiliki Asing

Ia mengungkapkan terdapat tambahan 1,4 juta penjual sejak Januari 2020 dikarenakan pandemi COVID-19. “Normalnya 100 ribuan per dua bulan. Naik signifikan, terutama penjual alat kesehatan, makanan dan minuman. Kami juga berharap semakin banyak UMKM yang tergerak memanfaatkan teknologi demi mempertahankan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi,” tutupnya.

Tokopedia Play Fest terdiri dari sejumlah talk show bersama para pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang, salah satunya talk show bertemakan ‘Find Your New Spirit During a Pandemic’ yang menghadirkan para pegiat UMKM lokal inspiratif.

Kegiatan virtual di kanal video streaming Tokopedia Play ini juga untuk merayakan HUT ke-11 Tokopedia. Sekaligus memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia yang jatuh di tanggal yang sama. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.