Siswa di Spanyol belajar di kelas saat dibukanya sekolah pada 28 Mei 2020. (BP/AFP)

MADRID, BALIPOST.com – Pembatasan baru untuk menghentikan penyebaran virus corona, termasuk penutupan diskotik dan larangan sebagian merokok di luar ruangan, mulai berlaku Minggu (16/8) di dua wilayah Spanyol.

Dikutip dari AFP, pemberlakuan karantina ini diterapkan di wilayah kecil penghasil anggur bagian utara, La Rioja, dan wilayah tenggara, Murcia. Keduanya adalah wilayah Spanyol pertama yang menerapkan serangkaian upaya baru yang diumumkan Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa pada Jumat.

Kebijakan ini diberlakukan secara nasional saat negara itu berjuang melawan lonjakan kasus COVID-19. Langkah-langkah tersebut termasuk penutupan semua diskotik, klub malam dan ruang dansa.

Baca juga:  Jelang Libur Lebaran, Presiden Mengingatkan Kepala Daerah Mencermati Lonjakan Kasus di India

Sementara itu, restoran dan bar harus tutup pada pukul 1:00. Tamu baru tidak diizinkan masuk dari tengah malam.

Kunjungan di panti jompo akan dibatasi. Sedangkan merokok di luar ruangan di tempat umum dilarang ketika jarak dua meter tidak dapat dipertahankan.

Larangan merokok di jalanan sudah diberlakukan di dua dari 17 daerah otonom Spanyol, Galicia dan Kepulauan Canary.

Baca juga:  Tambahan Kematian Dilaporkan Bali Masih Tinggi, Hari Ini Lampaui 55 Orang

Pemerintah negara bagian di Spanyol yang tersisa diharapkan untuk mulai menerapkan langkah-langkah baru dalam beberapa hari mendatang.

Wilayah Basque, yang bertetangga dengan La Rioja, berencana untuk melakukan upaya lebih jauh. Pada Senin (17/8), akan mendeklarasikan “darurat kesehatan” yang akan memungkinkannya untuk memberlakukan pembatasan yang lebih besar pada skala pertemuan publik. Serta menetapkan karantina selektif di daerah-daerah yang tinggi risiko penularan penyakit.

Baca juga:  Sepekan Terakhir, Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Terus Turun

Hampir 29.000 orang telah meninggal sejauh ini akibat COVID-19 di Spanyol. Karantina dan keadaan darurat di negara itu berlaku antara 14 Maret dan 21 Juni.

Dengan dicabutnya keadaan darurat, otonomi telah diserahkan kembali kepada pemerintah daerah. Kementerian kesehatan harus bernegosiasi dengan mereka untuk memberlakukan kebijakan baru secara nasional.

Spanyol memiliki populasi 47 juta orang. Tingkat infeksi 110 kasus per 100.000 penduduk, lebih tinggi daripada negara-negara Eropa lainnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *