gudang
Ilustrasi. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seperangkat komputer di Ruangan Bagian Umum DPRD Klungkung, memicu terjadi kebakaran, Minggu (16/8). Komputer itu diduga mengalami korsleting hingga menimbulkan ledakan.

Komputer tersebut gosong terbakar, bersama seperangkat printer dan dokumen di dalam satu meja di ruangan tersebut. Beruntung, kebakaran ini ditangani dengan cepat oleh petugas jaga setempat dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Ketua DPRD Klungkung, A.A Gde Anom, mengatakan kebakaran tersebut tidak sampai membakar berkas-berkas penting lainnya di dalam gedung. Namun, hanya seperangkat komputer, printer dan sejumlah dokumen di mejanya.

Baca juga:  Jaringan Diterjang Banjir Lumpur, PDAM Klungkung Kebut Perbaikan

Dia mengaku langsung turun ke lokasi, guna memastikan kerusakan yang ditimbulkan akibat kebakaran itu. “Beruntung cepat ditangani APAR oleh petugas. Sehingga, api tidak sampai menjalar ke tempat lain,” kata Anom.

Anom mengatakan, kebakaran ini diketahui pertama kali salah satu pegawai setempat yang hendak mencetak naskah proklamasi kemerdekaan RI pada printer di ruangan tersebut. Tiba-tiba dia sudah melihat ada kepulan asap tebal dari ruangan pada lantai dua gedung baru DPRD Klungkung ini.

Baca juga:  Jadikan Rujukan Bali Timur, Pemkab Klungkung Genjot Peningkatan Kualitas RSUD

Seketika pegawai itu meminta bantuan petugas jaga gedung DPRD Klungkung untuk membantu memadamkan api. Mengenai penyebabnya, Anom menduga terjadi konsleting listrik pada perangkat komputernya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta, juga membenarkan adanya kebakaran itu. Namun, karena api sudah dapat ditangani APAR, maka Tim Damkar tidak terjun ke lokasi.

Ia juga menegaskan dugaan sementara kebakaran diduga akibat konsleting pada perangkat komputer. Dia belum berani menyimpulkan, apakah korsleting itu disebabkan karena komputer lupa dimatikan setelah memakainya, atau ada faktor lain. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.