Pemain Bali United berlatih di Lapangan Tri Cakti Legian. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rencananya, Bali United akan mengikuti Piala AFC di Vietnam pada September nanti. Kenyataannya, hingga kini belum turun surat resmi tentang penyelenggaraan event sepak bola level Asia di Vietnam. Bahkan, kini muncul statement dari federasi sepak bola Vietnam mengakui, Piala sulit dihelat di negaranya. Apalagi, di Vienam ada pasien Covid-19 yang meninggal.

Media Officer (MO) Bali United, Alexander Maha Putra Oemanas, di Denpasar, Kamis (6/8) menegaskan, Pelatih Kepala Stefano ‘Teco’ Cugurra belum tahu Piala AFC akan digelar dimana. Bahkan, kecenderungan Pelatih Teco mengusulkan, supaya diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar tanpa disaksikan penonton. “Teco yakin rumput Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar rumputnya lebih bagus,” ucap Alexander.

Baca juga:  HIPMI Berharap BPJS Ketenagakerjaan Berikan Stimulus Untuk Karyawan

Sementara, jika pelaksanaan Piala AFC diadakan di Kamboja, lapangan sintetisnya keras sekali. “Teco menyebutkan, sejauh ini manajemen memberi kabar terakhir Piala AFC digelar di Vietnam, tetapi belum ada surat resmi,” tutur Alexander.

Disinggung soal latih tanding sebelum bertolak ke Piala AFC, Teco masih fokus pada penggenjotan fisik Fadil Sausu dan kawan-kawan. Pasalnya, skuad Serdadu Tridatu ini lama tidak latihan bersama, sehingga perlu pemulihan fisik dan stamina, berikut pemberian materi teknik. “Hingga kini, Teco belum mengagendakan uji coba melawan tim lain,” jelas Alexander.

Baca juga:  Dua Putra Bali Jadi Komisaris GMF

Teco menerangkan, selama latihan tertutup ini, para pemain dan pelatih tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan. Terbukti, para pemain mentaati protokol kesehatan dan berlatih dengan serius. “Teco belum tahu latihan tertutup ini sampai kapan, meskipun saat ini Bali memasuki era new normal,” ungkap Alexander.

Teco mengisyaratkan, legiun asing asal Portugal, Paulo Sergio, belum bergabung latihan, berikut sederet pemain lokal. Alasannya, beberapa pemain yang sudah tiba di Pulau Dewata harus menjalani dua kali tes yakni tes swab dan rapid test, seraya hasilnya harus negatif dua kali. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.