Suasana pelantikan pengurus PWI dan IKWI Bali, Jumat (24/7). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara Pelantikan Pengurus Provinsi Bali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Periode 2019-2024 di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (24/7). Pengurus yang terdiri dari Dewan Kehormatan Daerah dan Pengurus Pleno PWI Bali serta Pengurus IKWI Bali dilantik oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari.

Hadir pula Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Kepala BI Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, dan sejumlah undangan. Panitia Pelantikan, Emanuel Dewata Oja mengatakan, acara pelantikan ini adalah produk dari Konferensi Provinsi PWI Bali di Gedung PWI Bali, Desember 2019. Awalnya, acara pelantikan akan digelar Maret lalu.

Baca juga:  Penetapan AKD Denpasar, Golkar Geser Demokrat

Namun ditunda karena ada pandemi COVID-19. Kendati demikian, PWI Bali terus bergerak dan terlibat dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 dengan membagikan APD, masker, dan hand sanitizer. Selain itu, sejumlah mitra juga mempercayakan PWI Bali untuk mendistribusikan sembako kepada masyarakat.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari mengatakan, sama halnya dengan tenaga kesehatan, pers pun berada di garda terdepan dalam percepatan penanganan COVID-19. Dimana salah satu kuncinya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Tugas ini berat, tapi jangan pernah bosan mengingatkan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Rekomendasi Perluasan Apron Bandara Ngurah Rai Keluar

Menurut Atal, COVID-19 juga turut berdampak pada bisnis media. Beberapa bahkan ada yang hampir mati suri.

Pihaknya mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali yang sudah bergerak cepat menggelontorkan stimulus bagi perusahaan media.

Gubernur Bali Wayan Koster memandang media massa memiliki peran penting dan strategis. Terlebih, di era saat ini yang menuntut keterbukaan informasi. Kemudian kualitas komunikasi kepada masyarakat untuk menyampaikan kebijakan yang dijalankan pemerintah, khususnya gubernur. “Media menentukan baik buruknya kualitas komunikasi antara pemimpin di daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Bayi Yang Dibuang Ortunya Diserahkan ke Dinsos Bali

Sejauh ini, lanjut Koster, komunikasi antara pemerintah dengan media di Bali sudah terjalin dengan sangat baik. Sehingga, kebijakan gubernur yang sudah dan akan dijalankan ke depan telah tersosialisasi dengan baik di masyarakat lewat media.

Pihaknya pun siap memfasilitasi peningkatan kualitas SDM media. “Sekarang tuntutannya makin tinggi kualitas informasi yang harus disampaikan ke masyarakat, makin efektif, menarik dan bisa dipahami dengan mudah oleh masyarakat,” jelasnya.

Koster berharap, selalu ada hal-hal yang konstruktif dan kritis disampaikan oleh media. Terutama hal-hal yang memang harus disikapi cepat oleh pemerintah. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.