Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan pasien COVID-19 sembuh pada Kamis (23/7), lebih banyak dibandingkan kasus baru. Jumlahnya selisih 3 orang.

Dari data yang dilansir https://covid19.go.id/peta-sebaran, kasus positif bertambah sebanyak 1.906 orang. Kumulatif kasusnya mencapai 93.657 orang.

Untuk kasus sembuh, dilaporkan ada tambahan sebanyak 1.909 orang. Sehingga, total pasien sembuh saat ini mencapai 52.164 orang.

Dilihat dari persentasenya, jumlah pasien sembuh mencapai 55 persenan dari total kasus. Sementara kasus aktif mencapai 36.917 orang.

Terdapat pula tambahan kasus meninggal sebanyak 117 orang. Kumulatifnya mencapai 4.576 orang.

Terdapat pula suspek sebanyak 47.756 orang.

Baca juga:  Bali Wajib Waspadai Omicron

Terapkan PHBS

Sementara itu, dikutip dari Kantor Berita Antara, Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan masyarakat harus tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat dan setelah pandemi COVID-19 berakhir. “Kalau misalnya suatu waktu pandemi sudah berakhir dan tidak ada lagi COVID-19, obat atau vaksin sudah ditemukan, maka kita harus tetap menerapkan PHBS,” katanya melalui konferensi video dengan tema “Anak Indonesia mengambil alih Satuan Tugas COVID-19” yang dipantau di Jakarta, Kamis.

PHBS tersebut merujuk pada hal-hal yang dapat mengurangi risiko tertular virus maupun kuman yang dapat menyebabkan penyakit tertentu. Misalnya, rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir terutama sebelum dan sesudah makan.

Baca juga:  Tim Surveilance Kutsel Lakukan Penelusuran, Ini Terungkap Soal Kasus Omicron Sempat Berlibur ke Bali

Kemudian, termasuk pula menerapkan etika atau tata cara ketika batuk dan bersin supaya tidak sembarangan serta menggunakan siku tangan sebagai penahan percikan air liur atau droplet.

Ia mengatakan apabila pandemi telah berakhir, maka anak-anak yang ingin ke sekolah tidak perlu lagi menggunakan masker namun tetap harus menerapkan PHBS. “Penggunaan masker itu penting, terutama saat pandemi ini. Tapi kalau pandemi sudah berakhir maka tidak perlu lagi pakai masker ke sekolah,” kata Dewi Nur Aisyah.

Baca juga:  Menderita Diabetes Sejak 2011, Berkat JKN-KIS Beban Biaya Pengobatan Jadi Ringan

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan selain PHBS, berjemur di bawah sinar matahari penting dilakukan karena dapat meningkatkan imunitas tubuh terutama saat masa pandemi. “Kalau berjemur kita bisa tambah sehat, tapi virusnya tidak bisa mati langsung,” katanya.

Ia menambahkan berjemur adalah salah satu cara agar imunitas tubuh seseorang naik dan potensi sembuh bagi penderita atau yang dicurigai COVID-19 pun lebih tinggi. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *