Seorang warga mengamati tumpukan gabah yang telah tertutup terpal di penyosohan gabah di Badung. (BP/eka)

JAKARTA, BALIPOST.com – Peningkatan kapasitas dan penggilingan gabah akan meningkatkan peran pelaku usaha penggilingan padi untuk berperan dalam ketahanan pangan nasional. Sebab, lewat peningkatan itu, pelaku usaha tak hanya berperan menggiling gabah tapi juga memperkuat cadangan beras nasional. Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (22/7).

Menurutnya pemerintah mendorong agar para pelaku usaha penggilingan padi dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam menyerap gabah melalui program Komando Strategi Pembangunan Penggilingan Padi (Kostraling). Mentan menilai peningkatan kapasitas dalam melakukan penggilingan gabah melalui Kostraling dapat memperkuat cadangan beras dalam ketahanan pangan nasional. “Kostraling ini adalah ruang yang kami buka untuk dimanfaatkan oleh para pengusaha penggilingan, terutama kecil dan mikro. Menurut saya, Kostraling ini menjadi tempat bagi penggilingan untuk naik kelas,” kata Mentan Syahrul dalam Rapat Kostraling secara virtual di Jakarta.

Baca juga:  Pujawali ke-33 Pura Mertasari Rempoa

Menurut Syahrul, Kementan berupaya mendorong para pengusaha penggilingan padi agar meningkatkan kemampuan penggilingan dan perannya dalam industri beras. Ia berharap melalui Kostraling, para pelaku penggilingan tidak hanya sekadar menggiling gabah, tetapi juga bisa menjadi buffer stock dengan memiliki gudang dan kemampuan pengemasan yang lebih baik.

Melalui Kostraling, Syahrul mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi revitalisasi industri penggilingan padi, terutama skala kecil dan mikro. Revitalisasi tidak hanya bersumber pada dana pemerintah, tapi juga memanfaatkan kerja sama dengan perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Saya berharap akan lebih banyak pelaku penggilingan padi yang memanfaatkan KUR. Bukan berarti kami akan menghilangkan bantuan, tapi saya yakin kalau menggunakan KUR, para pelaku penggilingan akan menjalankan usaha lebih serius lagi,” katanya.

Baca juga:  Panti Jompo Jadi Klaster COVID-19, 17 Positif

Syahrul menilai industri penggilingan padi maupun sektor pertanian secara umum memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Bahkan ketika banyak sektor lain terdampak akibat pandemi, bisnis di sektor pertanian justru tetap menguntungkan.

Pada kesempatan yang sama, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menyambut positif keberadaan Kostraling. Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso menyebutkan Kostraling bisa menjadi wadah bagi para pengusaha penggilingan padi untuk bertemu dengan perbankan dan kelompok penentu kebijakan lainnya.

“Jika kita bisa merevitalisasi industri penggilingan beras, akan terjadi penurunan kehilangan hasil, serta peningkatan rendemen, efisiensi, dan kualitas beras sehingga pada akhirnya kita bisa meningkatkan produksi beras secara nasional,” kata Soetarto

Berdasarkan data Perpadi, saat ini mayoritas pelaku industri penggilingan padi adalah berskala kecil dan mikro. Pelaku industri penggilingan padi skala mikro memiliki ciri hanya melibatkan satu hingga empat orang tenaga kerja, sementara pelaku skala kecil melibatkan 5-19 tenaga kerja.

Baca juga:  Lagi-lagi Gempabumi! Ini Daerah yang Rasakan Guncangannya

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong Kostraling sebagai jembatan antara produksi petani padi dan konsumen. “Program Kostraling sudah berjalan selama 6 bulan. Dengan adanya KUR, kita harapkan gerak Kostraling bisa lebih lagi sehingga hasil panen ke depannya bisa diserap oleh Kostraling,” kata Suwandi.

Suwandi menyebutkan subsektor tanaman pangan memiliki realisasi penyerapan KUR terbesar hingga 18 Juli 2020. Tercatat subsektor ini telah menyerap dana KUR senilai Rp 6,9 triliun atau 31,54 persen dari total realisasi KUR sektor pertanian senilai Rp 21,9 triliun.

Sementara industri penggilingan sendiri telah menyerap dana KUR senilai lebih dari Rp 335 miliar. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.