Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Jumlah kasus hariannya pun mencapai angka signifikan.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers streamingnya yang dipantau di Denpasar, Kamis (16/7), sebanyak 23.947 spesimen telah diperiksa. Total sudah ada 1.146.794 spesimen diperiksa.

Tes spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Melokuler (TCM). Dari tes tersebut, masih ada penambahan kasus positif sebanyak 1.574 orang sehingga kumulatifnya mencapai 81.668 kasus.

Jika diperhatikan, sejumlah provinsi yang tambahan kasus COVID-19 cukup besar. Yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali. “Bali bertambah 112 kasus baru dan 106 sembuh,” ujarnya.

Baca juga:  BNI Hentikan Kredit Baru Konsumen Meikarta

Ia pun mengatakan ada beberapa provinsi melaporkan kasus baru lebih sedikit dari kasus sembuh. Sebanyak 18 provinsi melaporkan kasus di bawah 10. Enam provinsi melaporkan tidak ada tambahan kasus.

Yurianto melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 1.295 orang sembuh sehingga totalnya menjadi 40.344 pasien. Kasus meninggal bertambah 76 orang sehingga total kasus menjadi 3.873 orang.

Sehingga, lanjutnya, masih ada suspek 46.727 orang. Sebanyak 461 kabupaten/kota telah terdampak kasus ini dari 34 provinsi. “Mari kita mencermati bahwa kasus yang kita dapatkan belakangan ini sangat signifikan, terutama yang tanpa gejala atau asymptomatic,” jelasnya.

Baca juga:  Ternyata! Ada Surat Keterangan Sehat Palsu Bergentayangan di Gilimanuk

Ini, lanjutnya, tidak membebani hunian rumah sakit. Sehingga jumlah pasien yang memerlukan perawatan di RS cenderung stagnan.

Dalam kesempatan itu, Yurianto kembali menyatakan bahwa saat ini terdapat 3 lokasi yang disinyalir sebagai sumber penularan COVID-19.

Lokasi pertama adalah lingkungan kerja. Ia mengungkapkan kasus banyak terjadi di lingkungan kerja dengan sirkulasi udara tidak bagus. “Juga kurang disiplin dan menjaga jarak,” sebutnya.

Ia pun mengingatkan agar tetap menggunakan masker sekalipun ada di ruang kerja. Pilih masker yang nyaman sehingga penggunaannya bisa dengan benar.

Penularan kedua terbanyak ditenggarai berada di fasilitas umum. Misalnya para pekerja meninggalkan kantor untuk makan siang.

Baca juga:  Meski Kecewa, Masyarakat Gianyar Terima Peniadaan Pawai Ogoh-ogoh

Pada saat ini lah, terkadang masyarakat lupa untuk menjaga protokol kesehatan. “Menjaga jarak dan upayakan tidak ada pembicaraan sama sekali sehingga mengurangi risiko penyebaran penyakit ini,” tegasnya.

Lokasi penularan ketiga adalah transportasi publik. Ia pun menganjurkan agar selama di transportasi umum, tidak berbicara, makan, maupun minum.

“Ingat, apapun yang kita lakukan di luar rumah, jangan sampai membawa penyakit ke rumah karena banyak anggota keluarga yang berisiko ketika tertular. Mari kita tetap melaksanakan dengan baik protokol kesehatan, karena COVID-19 masih ada dan menfancam kita semua,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.