DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Senin (13/7), Bali masih mencatatkan puluhan kasus baru. Kabar baiknya, jumlah pasien sembuhnya juga bertambah dan melampaui kasus baru

Per pukul 12.00 WIB, jumlah kasus baru mencapai 62 orang. Kumulatif kasusnya mencapai 2.257 orang.

Sementara itu, untuk pasien sembuh, terjadi penambahan sebanyak 97 orang. Jumlah pasien sembuh menjadi 1.508 orang.

Untuk pasien meninggal, tidak ada penambahan kasus. Kumulatifnya masih tetap 27 orang. Rinciannya 25 WNI dan 2 WNA.

Kasus aktif saat ini sebanyak 722 orang. Rinciannya 720 WNI dan 2 WNA.

Spesimen Diperiksa

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam update COVID-19 harian lewat konferensi pers streaming yang dipantau dari Denpasar, Senin (13/7), mengatakan per pukul 12.00 WIB, sebanyak 13 ribuan spesimen diperiksa.

Baca juga:  Penyerobot Tahura Diadili, Ini Dakwaan Jaksa

Tes spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Melokuler (TCM). Dari tes tersebut, ada penambahan kasus positif sebanyak 1.282 orang. Sehingga kumulatifnya mencapai 76.981 kasus.

Ada sejumlah provinsi yang mengalami tambahan kasus cukup besar. Yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Papua.

Dikatakannya ada 19 provinsi yang melaporkan kasus di bawah 10. Sebanyak 9 provinsi yang tidak melaporkan kasus baru, diantaranya Bangka Belitung dan Jambi.

Yurianto melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 1.051 orang sembuh sehingga totalnya menjadi 36.689 pasien. Kasus meninggal bertambah 50 orang sehingga total kasus menjadi 3.656 orang.

Baca juga:  Ditantang, PLN Buka Harga Jual Listrik di Bali

Sebanyak 34 provinsi sudah terdampak dengan 461 kabupaten/kota. Disebutkan sebanyak 33.504 orang masih dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 13.439 orang.

“Ini harus kita sadari bahwa kasus dari hari ke hari masih bertambah. Karena masih ada kasus penularan di masyarakat,” ujarnya.

Kembali ia menekankan bahwa kasus-kasus yang ditemukan sebagian besar tidak memiliki indikasi dirawat di RS. Sehingga, tidak menyebabkan hunian rumah sakit untuk pasien COVID-19 bertambah signifikan.

Ia pun menyoroti masih banyak masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik. “Ini yang menjadi salah satu oenyebab, penambahan kasus terus menerus terjadi,” terangnya.

Baca juga:  Tahun Depan, Bali akan Jadi Provinsi Pertama yang Tuntas PTSL nya

Ia pun mengatakan kunci untuk menghentikan penyebaran adalah ada pada diri sendiri. Penggunaan masker harus dilakukan, sekalipu ada di tengah-tengah orang yang sudah dikenal. “Sebab, kita tidak tahu siapa yang terkena. Oleh karena itu, gunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tegasnya.

Yurianto pun kembali mengingatkan untuk memilih masker yang nyaman digunakan. Pilih masker yang tepat. “Gunakan masker. Penggunaan masker sangat efektif untuk tidak tertular COVID-19,” ujar dr. Yuri. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.