Gubernur Koster melepas pawai mobil kuno menandai dimulainya tatanan era baru, Kamis (9/7). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tatanan era baru sudah dimulai Kamis (9/7). Dimulainya era baru ini diawali pawai mobil kuno yang dilepas Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pawai dipimpin Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Kegiatan ini digagas oleh Bank Indonesia, BNI, Bank Mandiri dan sejumlah pihak lain, dalam rangka menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat.

Koster menyebutkan, pada tahap pertama ini, kegiatan masyarakat yang dibuka hanya diberlakukan di wilayah Bali. “Kita berharap, tahapan pertama ini bisa berjalan dengan baik, lancar, sukses dan mendapat dukungan dari semua pihak, dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Baca juga:  Truk Sampah Mengular, Warga "Tutup" TPA Suwung

Koster menyebutkan, akan ada evaluasi dalam setiap tahapan tatanan kehidupan era baru. Agar tahapan dapat berlanjut ke tahap berikutnya, Koster menyebutkan partisipasi masyarakat yang disiplin menerapkan protokol menjadi penentunya.

Selain disiplin, dia juga mengajak masyarakat untuk berdoa memohon kelancaran kepada kepada Tuhan, agar penyebaran virus dapat dikendalikan. “Dengan seizin Hyang Widhi Wasa, bhatara bhatari, sesuhunan di Bali, saya resmikan penerapan tatanan kehidupan era baru, Astungkara berjalan dengan baik. Selamat beraktivitas,” ujarnya.

Baca juga:  Sebulan Terakhir Ratusan Ternak Babi Mati, Ini Sejumlah Gejalanya

Apabila berlangsung lancar, dengan asumsi tidak terjadi penambahan kasus positif yang siginifikan, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan skala yang lebih luas. Rencananya, tahap kedua dibuka pada 31 Juli 2020 dengan membuka kunjungan bagi wisatawan Nusantara.

Kemudian, tahap ketiga pada 11 September 2020, mulai dibuka kegiatan pariwisata dan membuka kunjungan bagi wisatawan mancanegara. Koster menambahkan, kebijakan ini telah disepakati oleh semua bupati dan walikota se-Bali.

Baca juga:  Seorang Gamer Bisa Peroleh Pendapatan hingga Segini Sebulan

Dengan kata lain, kata dia, kesuksesan program ini juga menjadi tanggung jawab bupati dan walikota se-Bali. “Sudah ada tanggung jawab memimpin pelaksanaan tatanan kehidupan era baru di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.