Adi Wiryatama. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali bergulir. Terhitung, Kamis (9/7) hari ini Bali melakukan langkah yang terukur dalam membangun keseimbangan kehidupan.

Pembukaan Bali secara bertahap selektif dan terbatas ini pun diharapkan segera menginspirasi bangkitnya ketahanan kehidupan dari sisi ekonomi. Sedangkan ketahanan kehidupan dari sektor kesehatan kini sudah menjadi peradaban baru bagi penduduk dunia.

Dukungan terhadap penerapan tatanan kehidupan era baru di Bali yang diumumkan Gubernur Bali Wayan Koster diapresiasi kalangan wakil rakyat. Legislator di Bali bahkan berharap penduduk Bali berada dalam komitmen yang sama.

Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama dan Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan Bali sudah berada pada jalur yang tepat untuk menuju peradaban baru. Kepada Bali Post, pimpinan DPRD Bali ini mengatakan dukungan totalitas DPRD Bali atas langkah Gubernur Bali Wayan Koster akan dijabarkan dalam bentuk dukungan anggaran termasuk dalam menjaga stabilitas sosial. “Pemerintah Indonesia dan Pemprov Bali khususnya sudah seoptimal mungkin melaksanakan upaya-upaya untuk mempersempit penularan. Langkah Gubernur Bali dalam hal ini sudah efektif dan kami dukung penuh,” ujar Adi Wiryatama.

Baca juga:  Sudah Kantongi Sertifikat Tatanan Era Baru, Museum Subak akan Dibuka Agustus

Sejalan dengan itu, lanjut Wiryatama, masyarakat harus membiasakan diri menghadapi situasi pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan COVID-19 dalam kesehariannya. Seperti memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Demikian pula membiasakan diri untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

Termasuk, meningkatkan kewaspadaannya, karena belum diketahui kapan pandemi ini akan berakhir. “Saya menyambut baik usaha Gubernur Bali, Pak Koster, untuk menerapkan new normal (tatanan kehidupan Bali era baru – red). Artinya, kita melakukan kegiatan sebagaimana mestinya tapi tetap mengikuti protokol kesehatan,” jelas politisi PDI-P asal Tabanan ini.

Baca juga:  Ini Jumlah Tuntutan Pidana Kasus Korupsi PNPM-MP

Menurut Wiryatama, tanpa ada wabah pun kalau masyarakat tidak peduli dengan masalah kesehatan juga bisa terkena sakit. Bali bisa mencontoh warga Jepang yang jauh sebelum pandemi memang sudah disiplin memakai masker dan menjaga kebersihan. Hal ini bisa dicontoh demi kesehatan bersama.

Sementara itu, Sugawa Korry mengatakan, tatanan kehidupan Bali era baru terbagi dalam tiga tahapan. Skema tahap pertama, aktivitas dibatasi secara selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali.

Setelah nanti dievaluasi, tahapan berikutnya akan dilanjutkan untuk wisatawan domestik pada 31 Juli, dan wisatawan mancanegara pada 11 September. “Kami mendukung sepenuhnya, hal tersebut merupakan usulan dan dorongan dari DPRD. New normal agar dilaksanakan secara bertahap dan selektif,” tegasnya.

Baca juga:  Ingin Coba Glamping? Datang Saja ke Toya Devasya

Selain itu, lanjut Sugawa Korry, dengan berpedoman pada protokol dan SOP COVID-19 yang ketat, sektor yang dibuka agar diawali dengan verifikasi yang ketat mengenai kelayakannya oleh instansi terkait. “Khusus untuk pariwisata diawali dengan lokal dulu, lalu dievaluasi, baru berlanjut untuk wisatawan Nusantara. Setelah itu dievaluasi lagi, baru dibuka untuk wisatawan mancanegara,” papar politisi Golkar ini.

Secara umum, Sugawa Korry menilai upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di Bali sudah berjalan dengan baik. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.