Atlet PON Bali Ni Made Eppi Wilantika (kiri) dan Made Gede Antara (kanan), bersama pelatih Ketut Gede Widiana. (BP/Ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bali meloloskan dua atlet lompat tinggi ke PON Papua, yakni Made Gede Antara dan Ni Made Eppi Willantika. Mereka biasanya berlatih di Lapangan Mengwi, bahkan seperangkat alat latihan juga disimpan di Lapangan Mengwi. Namun, sejak pandemi covid-19 ini, Lapangan Mengwi ditutup untuk umum.

Akibatnya, menurut pelatih lompat tinggi, Ketut Gede Widiana, atlet asuhannya memilih berlatih di Stadion Ngurah Rai dan Lapangan Lumintang. “Bagi kami, anak-anak minimal berlatih teknik dua kali dalam sepekan,” ucap Ketut Gede Widiana, di Badung, Selasa (7/7). Dikemukakan, selama ini jika berlatih di Stadion Ngurah Rai, terkadang pagarnya terkunci. Oleh sebab itu, atlet asuhannya harus melompat tembok. “Padahal, mereka ini aset Bali dan berlatih demi mengharumkan nama Bali,” ucap Widiana.

Baca juga:  Warga RSUP Sanglah Siap Nyoblos

Sementara, jika mereka berlatih di Lapangan Lumintang, menggunakan peralatan seadanya. Widiana memaklumi kondisi ini, mengingat dirinya mengutamakan keselamatan atlet, disaat pandemi covid-19 ini. “Kami akui latihan dua kali dalam sepekan ini kurang maksimal,” ucap dia. Selain itu, kalau berlatih keras, sasarannya juga tidak jelas, sebab selama 2020 ini belum ada agenda kejuaraan atletik. “Saya juga tidak mau memaksa atlet berlatih keras, yang terpenting atlet dalam kondisi sehat dan menjaga kebugaran, serta tidak cedera,” sebut Widiana.

Baca juga:  Minimalisir Penyebaran COVID-19, PUTRI Dukung Penutupan Obyek Wisata di Bali

Ia mengharapkan, Lapangan Mengwi secepatnya direnovasi, apalagi Badung menjadi tuan rumah Porprov Bali XV. “Kalau Lapangan Mengwi sudah rampung, kami bisa berlatih kembali normal di lapangan tersebut,” terang dia. Widiana juga tidak mengharuskan atletnya berlatih keras, sebab disaat pandemi ini atlet juga dituntut waspada, karena kalau terkena virus, siapa yang menanggung resikonya. “Selain berlatih bersama saya, setidaknya dua kali dalam sepekan, atlet juga berlatih secara mandiri di rumah masing-masing,” tuturnya. (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Sempat Dirantai, Anak Lutung Jawa Mati

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.