Pemedek yang datang ke Pura Tirta Empul dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Minggu (5/7).

GIANYAR, BALIPOST.com – Prosesi panglukatan serangkaian upacara Banyupinaruh di Pura Tirta Empul, Desa Manukaya Let, Kecamatan Tampaksiring, dikawal ketat aparat kepolisian pada Minggu (5/7). Warga yang datang mengikuti prosesi melukat sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan. Mereka yang datang dengan dibagikan kartu antrean di pintu utama pura yang dibatasi berjumlah 100 kartu.

Kasubbagdalops Bag Ops Polres Gianyar, AKP Yuliana Lomi menjelaskan warga yang datang mengikuti proses panglukatan hingga persembahyangan di Pura Tirta Empul, sudah menjalankan protokol kesehatan. Dikatakan para pemedek yang datang sudah mengikuti ketentuan yang ditetapkan guna mengantisipasi pandemi Covid-19. “Persembahyangan dan penglukatan di hari Purnama dan Banyupinaruh masyarakat mengikuti protokol kesehatan di Pura Tirta Empul Tampaksiring,” terangnya.

Baca juga:  Punya Modal Ini, Seharusnya Penerapan Protokol Kesehatan di Bali Lebih Mudah

Prosesi ini diawali dari pemedek yang tangkil ke pura, sudah menerima satu buah kartu berwarna dari petugas saat memasuki pintu utama pura tersebut. Kartu berjumlah 100 itu pun sebagai antrean yang disediakan oleh desa adat setempat. Selain mengantre, pemedek juga wajib mengikuti protokol kesehatan, cuci tangan, cek suhu tubuh, dan jaga jarak. Pemedek yang masuk dibatasi hanya 100 orang saja sesuai kartu, ” katanya.

Dikatakan dari antrean berjumlah 100 itu, warga yang sembahyang di jeroan pura hanya boleh 30 orang dan duduk sesuai tanda yang sudah diberikan. Sedangkan di tempat penglukatan hanya dilakukan oleh 20 orang. ” Semua tahapan itu dilakukan secara bergiliran dan pemedek selama di areal pura tetap diberikan himbauan agar mengedepankan protokol kesehatan,” paparnya.

Baca juga:  Bukan Pertama Kalinya, Ular Muncul di "Pangelukatan" Pura Tirta Empul

Sementara Bendesa Adat Manukaya Let, Made Mawi Arnata mengatakan pihaknya turut serta mengawal prosesi Hari Raya Saraswati hingga Banyupinaruh, dengan mengerahkan satgas gotong royong dan petugas gabungan untuk berjaga diareal pura. Dalam kegiatan Banyupinaruh baru bisa dimulai pukul 08.00 sampai pukul 20.00. “Kami siapkan 200 petugas dari unsur Polsek Tampaksiring, Pecalang dan satgas untuk mengawasi. Penjagaan sesuai arahan Bapak Kapolres, mulai pintu masuk sampai meninggalkan areal pura,” jelas Made Mawi Arnata.

Baca juga:  Kehidupan Era Baru, Polisi Pantau Pelayanan Publik

Dikatakan dengan penerapan no antrean ini, sehingga tidak ada yang berdesakan saat mengantre. Dijelaskannya, seluruh protokol kesehatan dipastikan diterapkan dalam pelaksanaan prosesi melukat. Sehingga diharapkan warga yang ingin melukat bisa datang kapan saja, tidak menunggu saat Banyupinaruh saja. “ Melukat tidak dibatasi hari, seperti saat Banyupinaruh, setiap hari adalah waktu yang baik untuk melukat,” jelasnya. (Manik Astajaya/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.