DENPASAR, BALIPOST.com – Mantan narapidana kerap mendapat stigma negatif di masyarakat. Hal ini lah yang coba dihapus Putu Suciawan lewat karya musiknya.

Ia yang mantan napi itu dan Devillas Band menghasilkan karya musik yang diapresiasi penikmat musik mancanegara. Suciawan mampu mematahkan stigma negatif dan mitos “sekali penjahat tetap penjahat,” dengan karyanya, baik di seni musik maupun dengan kontribusinya ikut membangun pariwisata Nusa Penida, Klungkung.

“Orang yang pernah saya sakiti di masa lalu mungkin masih ada yang nyinyir melihat saya sekarang ini. Tapi setiap orang kan bisa melalui proses perubahan,” katanya, Rabu (1/7).

Sejumlah karya musik atau lagu yang dihasilkan Suciawan sekarang diaransemen ulang bersama Devillas Band. Seperti lagu “Keadaan” dan “Aku Harus Pulang” tercipta saat ia masih menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Singaraja.

Lagu “Aku Harus Pulang” ini merupakan kisah nyata dari dari mantan napi yang kini telah berhasil mengubah hidupnya ke arah positif. Karya ini menceritakan penyesalannya saat masih menyandang status sebagai seorang narapidana.

Baca juga:  Bawaslu Bali Supervisi Kasus "Money Politic" di Buleleng

Lirik lagu yang sangat menyentuh ini mengilustrasikan penyesalan dan kerinduan seorang narapidana untuk kembali kepada keluarga. Pulang ke rumahnya dan kembali berbaur di tengah-tengah masyarakat.

“Harapannya untuk teman-teman yang di penjara, bahwa pintu tobat masih terbuka. Di dalam penjara jangan pernah takut tidak diterima oleh masyarakat di luar selagi kita melakukan yang terbaik,” kata Suciawan yang kini bekerja sebagai manajer di salah satu villa dan restoran di Nusa Penida ini.

Pria asal Desa Sepang, Kabupaten Buleleng ini juga menyayangkan masih ada stigma dan label negatif dari masyarakat kepada para mantan narapidana. “Selama ini stigma dari masyarakat luas kepada mantan narapidana masih sering terjadi. Mereka tetap dicap penjahat dan selalu disisihkan. Mari terima mantan narapidana agar berbaur di masyarakat. Sebab setiap orang bisa berubah,” ujarnya.

Baca juga:  Diduga Karena Gas Metan, Sampah TPA Temesi Terbakar

Sejumlah tawaran manggung sudah diterima. “Sejauh ini kami dapat tawaran tampil di kapal pesiar dan tiga negara untuk membawakan lagu-lagu original kami, baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia,” kata Putu Suciawan

Ia menuturkan Devillas dapat kontrak tampil di salah satu kapal pesiar yang berlayar dari Singapura menuju Australia melewati Indonesia. Kapal pesiar ini rencananya bersandar di Pelabuhan Benoa untuk juga mengisi logistik menuju ke Australia.

Devillas akan tampil di atas kapal pesiar ini pada 2 Juli 2020. “Kami kebetulan diundang oleh pemilik kapal pesiarnya. Kebetulan juga ada investor di kapal pesiar ini yang mau berinvestasi di Nusa Penida. Jadi kami sambil juga promosikan pariwisata Bali, khususnya Nusa Penida,” ujar Putu Suciawan.

Baca juga:  Satu Dekade, Kerugian Akibat Investasi Ilegal Capai Rp 88,8 T

Devillas juga diundang ke Australia bermain musik di selama sebulan penuh. “Ada teman yang ngundang kami untuk main di Australia selama sebulan. Diperkirakan sekitar bulan Desember 2020 ini atau Februari 2021,” ungkap Suciawan yang berperan sebagai vokalis di Devillas Band.

Di Belanda, Devillas juga sudah disiapkan tempat untuk menggelar semacam konser. Selain itu tawaran datang pula dari seorang produser musik dari Amerika Serikat tepatnya dari Hollywood.

“Kebetulan kami juga dapat tawaran dari prosedur luar, dia akan membiayai kami berangkat ke negaranya di Amerika Serikat. Dia tinggal di Hollywood dan sudah donasikan dana ke kami sekitar Rp 10 juta hanya sekadar untuk kami menyambung hidup di sini saat pandemi,” tutur Putu Suciawan. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.