Brigjen TNI Husein Sagaf. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 belum menunjukan tanda-tanda akan mereda. Kasus terus bertambah setiap hari.

Padahal, pemerintah dan instansi terkait tidak henti-hentinya mengimbau supaya masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Kondisi ini pun membuat Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf ikut berkomentar.

Ia menyebut Bali memiliki modal komunitas kekerabatan seperti Banjar, Desa Adat dan Desa Dinas yang juga menerapkan hukum adat di samping hukum positif yang ada. Ia menilai akan lebih memudahkan memberi pemahaman kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan tersebut. “Membutuhkan kerja keras semua pihak baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat sendiri untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegas Brigjen Husein, Kamis (18/6).

Kunci supaya COVID-19 cepat selesai, kata Danrem, ada pada masyarakat sendiri yaitu dengan mentaati imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan. Imbauan tersebut yakni pakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, penyediaan hand sanitizer, jaga jarak (social and physical distancing), dan tidak berkerumun atau melakukan kegiatan melibatkan orang banyak.

Apabila hal ini bisa dilakukan dengan kesadaran mandiri dan menunjukan hasil yang positif, maka disitulah kita mempunyai kesiapan untuk memulai kebiasaan hidup baru. “TNI bersama Polri mendapat amanah dan tugas dari Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk membantu pemerintah mendisiplinkan masyarakat terkait COVID-19 ini,” ujar jenderal bintang satu di pundak ini. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.