Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry saat melakukan konsolidasi ke DPD Golkar Jembrana salah satu yang dibahas terkait persiapan Pilkada Jembrana 2020 (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jembrana yang dijadwalkan akan digelar pada Desember 2020, mulai disikapi sejumlah partai politik (parpol). Salah satunya Golkar yang sudah ancang-ancang mengusung calon pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati bersama koalisi partai politik (parpol).

Untuk meraih kemenangan di Jembrana, partai berlambang pohon beringin ini “rela” tidak mengusung kader yang sejak awal mengikuti tahapan.

“Untuk Pilkada Jembrana kami yakin ada semangat masyarakat untuk perubahan. Dari proses calon yang sudah mulai muncul dan ada gambaran yang kami dapatkan. Golkar punya keyakinan yang besar di Jembrana masyarakat sejalan dengan pikiran koalisi,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry ditemui disela-sela konsolidasi di DPD Golkar Jembrana, Minggu (14/6).

Terkait langkah yang dilakukan DPD Golkar Jembrana yang dinahkodai Made Suardana menyikapi Pilkada Jembrana, Sugawa Korry menyebut sudah bagus untuk menata koalisi. Saat ini sudah ada tujuh partai yang tergabung dan bahkan akan bertambah. “Memang (masyarakat Jembrana) cukup lama memberikan (kepercayaan) partai sebelah (PDI Perjuangan). Namun, saya yakin sekarang saatnya memilih yang memberikan komitmen lebih baik,” terangnya.

Mengenai calon yang diusung, saat ini menurutnya sudah berproses dan di godok koalisi. Golkar untuk Pilkada Jembrana berpandangan bahwa yang akan dimenangkan adalah keinginan rakyat. Karena itu, Golkar harus mengalahkan diri sendiri. Meskipun nantinya calon tidak harus kader Golkar. “Siapa yang diterima rakyat, jangan harus memaksakan. Ini kan pertarungan figur. Masyarakat memiliki hak untuk memilihnya. Kewajiban kami koalisi ingin memenangkan keinginan rakyat,” tegasnya.

Sugawa Korry juga meyakini bahwa koalisi yang terbentuk saat ini masih kokoh dengan keinginan yang sama. Sebagai bagian dari koalisi, Golkar memberikan keleluasaan kepada partai lainnya. Namun, menurutnya dengan adanya koalisi ini membantahkan adanya anggapan bahwa beberapa kabupaten di Bali akan melawan kotak kosong. Termasuk di Jembrana, menurutnya sudah ada parpol yang komitmen menyerahkan kebijakan di tingkat Kabupaten. Salah satunya Gerindra. “Koalisi tidak akan goyah, justru tumbuh dan kuat ke bawah,” terangnya.

Seperti diketahui saat ini Koalisi yang terbentuk untuk melawan PDI Perjuangan di Jembrana, melibatkan tujuh parpol. Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, PPP, Nasdem dan Perindo. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.