Achmad Yurianto. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sehari pascapenambahan belasan kasus baru positif COVID-19, Bali kembali mengalami tren penurunan kasus. Kondisi ini terjadi pada Selasa (19/5).

Dari data, per pukul 12.00 WIB, jumlah kumulatif kasus di Bali mencapai 363 orang. Artinya ada penambahan 4 kasus baru dari sehari sebelumnya yang mencapai 359 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah makin tinggi. Kumulatif kasus positif COVID-19 sembuh di Bali saat ini mencapai 267 kasus. Bertambah 10 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 257 pasien sembuh.

Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Rinciannya, 2 WNI dan 2 WNA.

Dari catatan Bali Post, sejak lima hari lalu, Bali relatif kecil penambahan kasusnya. Pada Rabu (13/5) mencapai 4 orang. Untuk Kamis (14/5), penambahannya mencapai 5 orang.

Di Jumat (15/5), tambahan kasus sebanyak 6 orang. Pada Sabtu (16/5), pertambahan kasus positif mencapai 3 orang. Sedangkan Minggu (17/5), jumlah penambahan kasus sebanyak 2 orang.

Namun, jumlah kasus di Bali melonjak pada Senin (18/5). Penambahannya mencapai 11 kasus.

Belum Ada Obatnya

Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streamingnya, mengatakan sampai saat ini penelitian yang dilaksanakan para pakar di seluruh dunia terkait virus ini, obat maupun vaksin belum ada. “Belum ada obat maupun vaksin yang dipakai dunia untuk virus ini,” terangnya.

Untuk itu, cara terbaik adalah memutus mata rantai penyebarannya. “Kita harus menyadari betul, bahwa dalam situasi sekarang ini belum ada vaksin dan obatnya, maka cara yang paling baik adalah mencegah penularannya,” lanjutnya.

Ia pun mengatakan masyarakat harus mengubah cara hidup. Mengedepankan pola hidup bersih dan sehat. “Mencuci tangan adalah jawaban yang benar. Kita juga harus memulai membiasakan diri menjaga jarak dan menggunakan masker saat bepergian,” ajaknya.

Sudah ada 200 ribuan spesimen yang dites menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 61 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 9 laboratorium.

Masih ada penambahan kasus positif sebanyak 486 kasus sehingga kumulatif menjadi 18.496 kasus. Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 143 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 4.467 pasien. Kasus meninggal bertambah 30 orang sehingga total kasus menjadi 1.221 orang.

Ia pun mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini masih dalam pemantauan sebanyak 45.300 orang. “Jumlah ini merupakan orang yang hari ini dalam pemantauan,” paparnya.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.891 orang.

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sudah ada 390 kabupaten/kota yang terdampak.

“Ini gambaran bahwa penularan masih terjadi. Mari kita bersama-sama bekerjasama secara serentak dan terus menerus menjadi sesuatu yang penting,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.