Donald Trump. (BP/AFP)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan pihaknya berharap vaksin COVID-19 akan tersedia akhir tahun ini. Ia pun mengumumkan telah menunjuk salah satu eksekutif di perusahaan farmasi untuk mewujudkan target itu.

Dikutip dari AFP, ia mengatakan harapan bisa memproduksi vaksin COVID-19 ini pada akhir tahun bahkan mungkin sebelum itu. “Kami pikir kami akan memiliki hasil yang baik dalam waktu dekat,” katanya saat memberikan konferensi pers soal perkembangan penanganan COVID-19 di AS, Jumat (15/5).

Target yang ingin dicapai Trump lebih optimis dibandingkan Eropa. Badan Obat-obatan Eropa, Kamis (14/5), menyatakan vaksin baru bisa siap sekitar setahun, dengan menggunakan skenario optimis.

Trump mengumumkan akan menunjuk Kepala Bidang Vaksin di GSK, Moncef Slaoui, dan Jenderal Bintang Empat, Gustave Perna, untuk memimpin operasi percepatan produksi vaksin ini. “Pemerintah akan menyiapkan sekitar 10 miliar dolar untuk mendukung riset medis,” kata Presiden Trump.

Trump menambahkan jika vaksin sudah siap, pihak militer akan diminta mendistribusikan dan meningkatkan kerjasama global. “Kami bekerjasama dengan banyak negara lain, dan kami tidak memiliki ego,” katanya.

Dikatakannya siapapun yang mendapatkannya, pihaknya berpikir hal itu akan sangat baik. Ia pun akan bekerjasama dengan siapa saja, dan mereka juga akan bekerjasama dengan AS.

Para ilmuwan telah mengingatkan meski adanya upaya di seluruh dunia, sangat mungkin sebuah vaksin yang efektif tidak akan bisa ditemukan. Atau bisa saja sejumlah vaksin ditemukan, namun membuat pasien justru lebih rentan terhadap infeksi itu.

Namun, Trump juga berupaya agar ekspektasi warga tidak terlalu tinggi dengan mengatakan virus ini bisa saja pergi tanpa adanya vaksin. “Saya tidak ingin masyarakat berpikir semuanya tergantung vaksin, namun keberadaan vaksin akan menjadi hal yang sangat baik.”

Ilmuwan selama ini belum pernah mengembangkan sebuah vaksin yang bisa menangani coronavirus. Upaya-upaya yang dilakukan dalam menghasilkan vaksin SARS ditunda setelah penyakit itu berhasil diputus penyebarannya setelah menginfeksi 8.000 orang. Dan akhirnya pengembangan vaksinnya dinilai tidak menguntungkan untuk dilanjutkan. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.