Pemeriksaan rapid test di Gilimanuk yang dilakukan terhadap semua penumpang kapal yang masuk Bali dari wilayah zona merah. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Upaya pencegahan memutus mata rantai di pintu masuk dengan rapid test mulai membuahkan hasil. Sejak akhir pekan lalu, hampir setiap hari ada penumpang yang masuk ke Bali dari wilayah zona merah diketahui rapid test-nya reaktif atau positif. Hingga Senin (27/4), akumulasi penumpang yang rapid test reaktif sebanyak sembilan orang. Sebagian besar didominasi sopir truk dan kru (kernet).

Hal ini menjadi catatan penting bahwa sebagian besar yang masuk merupakan pengemudi kendaraan barang yang tercatat pernah ke daerah zona merah. Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Arisantha, mengatakan secara akumulatif total yang diketahui ada penumpang rapid test di Gilimanuk reaktif mencapai 9 orang.

Baca juga:  Satu PDP Warga Lokal Dirawat di RSU Negara

“Kami tadi rapatkan juga untuk penanganan lebih lanjut. Kalau secara SOP memang yang asalnya dari luar Bali kita pulangkan. Sedangkan yang dari Bali kita arahkan ke kabupaten tempat mereka tinggal,” tandas Arisantha.

Dari data yang dihimpun pada Jumat lalu tercatat ada 3 orang positif, Sabtu (25/4) bertambah 1 orang dan Minggu (26/4) tambah lagi. Dan pada Senin, teranyar ada satu penumpang lagi juga sopir truk yang memang asalnya dari Jembrana. Antisipasi di pintu masuk ini cukup efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dari daerah tertular. Namun tren-nya belakangan cukup meningkat.

Baca juga:  Pemkab Kucurkan Rp 650 Juta untuk PS Badung

Sementara itu dari data yang dihimpun di Gugus Tugas Jembrana hingga Senin (27/4), jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 25 orang, dengan rincian positif 11 orang. Sedangkan pasien yang positif, lima orang dinyatakan sembuh, 4 orang masih dalam perawatan di RSU Negara dan dua orang di RS Unud. Sedangkan untuk jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih dalam karantina saat ini mencapai 166 orang. Ratusan warga Jembrana ini menjalani karantina di lima hotel yang berbeda di Kota Negara dan di Baluk. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.