Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama masa COVID-19, permintaan akan jasa telekomunikasi besar. Telkom mencatatkan penggunaan internet meningkat tiga kali lipat sebelum adanya COVID-19.

Sehingga secara bisnis, Telkom tidak terganggu. Hal itu karena adanya aktivitas bekerja dari rumah, belajar dari rumah yang notabene membutuhkan akses internet.

Namun, kata Deputi GM Telkom Witel Denpasar I Gusti Gde Donny Wardhana, Sabtu (25/4), peningkatan penggunaan internet tidak sampai melebihi kapasitas yang dimiliki Telkom. “Kita masih bisa toleransi, ambangnya di bawah 60 persen lah dari kapasitas alat produksi kita,” ujarnya.

Baca juga:  Disdukcapil Badung Genjot Pencetakan KIA

Sebelumnya penggunaan internet hanya berkisar 30 -40 persen dari kapasitas Telkom. Sehingga ketika terjadi peningkatan permintaan, ia mengaku telah siap dengan segala utilitas yang ada. “Tapi kita masih ada spare untuk melayani kebutuhan masyarakat akan internet, bahkan melayani penambahan lagi,” imbuhnya.

Sementara terkait kapasitas ia terus monitor. Jika pemakaian telah ada di angka 80 persen, maka ia akan melakukan expand. Peningkatan pemakaian internet ini tidak dipungkiri juga mengganggu kecepatan akses internet. “Ketika ada keluhan, kita langsung solusikan. Misalnya banyak yang kualitas jaringan lokalnya, redamannya terlalu besar, kita segera ganti,” jelasnya.

Baca juga:  Hadapi Ketidakpastian Global, Presiden Jokowi Ajak Seluruh Negara Bekerjasama

Meski dikatakan kapasitas mencukupi, namun kualitas pemasangan tetap diperhatikan untuk meminimalisir gangguan-gangguan. Selain itu ia juga menerapkan piket jika ada gangguan. “Kita upayakan penanganan gangguan secepat mungkin. Ketika ada keluhan, bisa diselesaikan dengan cepat,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.