Petugas melakukan spraying disinfektan bagi penumpang bus di Pelabuhan Gilimanuk. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Pola pemeriksaan di Gilimanuk ditambah dengan penyemprotan disinfektan bagi seluruh penumpang dan kendaraan yang masuk ke Bali. Petugas juga menerapkan interview sederhana terkait asal dan tujuan orang atau penumpang yang masuk ke Bali.

Kapolsek Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, Sabtu (28/3) mengatakan protap pengamanan dan pemeriksaan di pintu masuk Bali ini mengikuti saran atau standar WHO. Yakni dengan spraying disinfektan untuk semua penumpang dan kendaraan baik mobil maupun sepeda motor yang baru masuk.

Begitu halnya dengan petugas yang memeriksa juga mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. “Sudah berjalan, bahkan untuk interview setiap orang yang masuk atau keluar di Pos I (pintu masuk Pelabuhan) dan Pos II (pintu keluar Pelabuhan) sudah kita lakukan sebelum imbauan dari Gubernur kemarin. Setelah Nyepi lalu, petugas melakukan interview khususnya penumpang. Seperti bapak ibu dari mana, TKI bukan dan lainnya, ” ujarnya.

Baca juga:  Tambahan Harian Pasien COVID-19 Sembuh Lampaui Kasus Baru, Sayangnya Korban Jiwa Juga Bertambah

Terkait dengan imbauan warga tidak boleh keluar masuk Bali, secara umum di pintu masuk dan keluar Bali melaksanakan dan mendukung semua kebijakan pemerintah. Tetapi juga tetap berdasar surat atau aturan yang turun.

Terkait imbauan tidak keluar atau masuk Bali karena sebatas imbauan, petugas juga tidak bisa mengikat. Namun demikian petugas tetap melakukan SOP pemeriksaan dan interview asal tujuan warga yang masuk dan keluar Bali. Terkecuali memang ada pembatasan pasti, semisal di luar kendaraan sembako dan barang tidak boleh melintas. “Misalnya R4 (mobil) dibatasi itu juga lebih mempermudah kita. Tapi dari pengamatan kami lalu lalang kendaraan khususnya transportasi umum seperti travel menurun drastis dari hari normal. Bahkan penurunan hingga 50 sampai 55 persen,” tambahnya.

Baca juga:  Di Denpasar, Paruman Sepakati Ngarak Ogoh-ogoh Dibatasi Maksimal Lingkungan Desa Adat

Selain pengamanan pintu masuk, petugas juga melakukan imbauan ke sejumlah titik potensi ramai di Gilimanuk seperti pasar dan tempat-tempat umum. Setiap saat petugas melakukan patroli dengan memutar rekaman maklumat Kapolri melalui pengeras suara.

Tujuannya untuk mengimbau masyarakat tidak berkumpul termasuk mengurangi bepergian keluar rumah dan keluar Bali. “Fungsi pemeriksaan kami sinergikan ASDP, kami siap mendukung semua kebijakan pemerintah. Namun kalau sekedar imbauan kami tidak bisa leluasa, ” tandasnya.

Baca juga:  Penggunaaan "Bed" Penanganan COVID-19 di RSUP Sanglah Capai di Atas 90 Persen

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi berpergian dan berkumpul dalam jumlah banyak.

Sementara Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Windra Soelistiawan mengatakan spraying ini dilakukan bagi semua penumpang kendaraan umum dan pejalan kaki yang masuk ke Gilimanuk. Pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan seluruh fasilitas di pelabuhan. Pihaknya juga membenarkan pasca-Nyepi, jumlah pengguna jasa di luar kendaraan barang dan truk angkut sembako menurun. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN